Banggar DPR Sebut Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) RI menilai faktor musiman turut mendongkrak perekonomian Indonesia yang tumbuh 5,29 persen pada kuartal II 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy). Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengatakan masa libur sekolah pada Juli turut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan sektor akomodasi, makanan, dan minuman yang tumbuh 10,6 persen (yoy).
"Demikian halnya saat memasuki masa penerimaan sekolah dan pendidikan tinggi, serta kenaikan kelas," tutur Said dalam keterangan di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ia menyebut faktor musiman juga mendorong pertumbuhan sektor telekomunikasi sehingga tumbuh 6,97 persen pada kuartal II 2026.
Di sisi lain, Said mengatakan musim kemarau turut mendorong permintaan listrik untuk kebutuhan pendingin ruangan, sedangkan konflik geopolitik meningkatkan harga gas sehingga sektor pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,81 persen (yoy).
Namun, ia mengingatkan pemerintah harus mewaspadai melambatnya pertumbuhan industri pengolahan. Pada kuartal I 2026, industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, sedangkan pada kuartal II 2026 melambat menjadi 4,52 persen (yoy).
"Pemerintah perlu mewaspadai hal ini karena industri pengolahan menyumbang 18,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), menjadi kontributor bagi 13,5 persen tenaga kerja nasional, serta mencerminkan sebagian besar tenaga kerja formal," ucap Said.
Bulan lalu, lanjut dia, panen padi serentak telah dilakukan di berbagai daerah. Namun, hal itu belum cukup memberikan tren positif terhadap pertumbuhan sektor pertanian.
Pada kuartal I 2026, sektor pertanian tumbuh 4,97 persen. Sementara itu, pada kuartal II 2026 pertumbuhannya melambat menjadi 3,81 persen (yoy).
Menurut Said, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah karena sektor pertanian merupakan cerminan sektor primer sekaligus berkontribusi 13,57 persen terhadap PDB.
Selain itu, sektor pertanian juga menyumbang 28,75 persen tenaga kerja nasional sehingga perannya sangat strategis.
Dari sisi permintaan, ia melanjutkan, konsumsi rumah tangga sedikit melambat. Jika pada kuartal I 2026 tumbuh 5,52 persen yang didorong oleh momentum mudik dan Lebaran, pada kuartal II 2026 pertumbuhannya melambat menjadi 5,05 persen (yoy).
Meski begitu, Said mengatakan pencapaian tersebut patut disyukuri karena konsumsi rumah tangga sebagai penopang 53,3 persen PDB masih menunjukkan kinerja yang baik.
Pada saat yang sama, lanjut dia, kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan ekspor menunjukkan pertumbuhan positif. Tercatat, PMTB tumbuh 6,87 persen dan ekspor meningkat 4,13 persen. Padahal, pada kuartal I 2026 ekspor nasional hanya tumbuh 0,9 persen (yoy).
"Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian perekonomian global, kita bersyukur perekonomian nasional masih tumbuh 5,29 persen," ucap Said.
sumber : Antara