Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat

Rudal Houthi Guncang Riyadh, AS Waspada Eskalasi dan Trump Gelar Rapat Darurat

Minggu, 20 September 2026, 17:23 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat (AS) merespons keras serangan rudal kelompok Houthi ke Riyadh, Arab Saudi, dan melabelinya sebagai eskalasi konflik yang sangat berbahaya di Timur Tengah.

Ketegangan ini memicu pergerakan mendadak dari Presiden AS Donald Trump yang langsung menuju Gedung Putih pada Sabtu (19/9) untuk memantau potensi memuncaknya permusuhan antara pemberontak Houthi dan koalisi Arab Saudi.

Meski Gedung Putih belum merilis pernyataan resmi terkait status stand by Donald Trump di tengah krisis ini, Departemen Luar Negeri AS telah membunyikan alarm kewaspadaan.

"Konflik militer ini berpotensi meningkat dengan cepat," tegas otoritas terkait.

Mengantisipasi memburuknya situasi keamanan, Pemerintah AS segera mengeluarkan imbauan keselamatan kepada warganya.

Warga negara Amerika Serikat diminta untuk mempertimbangkan penundaan jadwal perjalanan, baik yang menuju maupun yang sekadar transit melintasi kawasan Timur Tengah.

Serangan rudal ini menjadi rekam jejak pertama ancaman langsung ke ibu kota Arab Saudi sejak perang saudara Yaman kembali berkecamuk.

Berdasarkan laporan dari AFP pada Minggu (20/9), warga Riyadh menerima pesan peringatan darurat sesaat sebelum pukul 03.00 pagi waktu setempat.

Warga diinstruksikan untuk segera berlindung di dalam ruangan karena wilayah udara sedang berada di bawah ancaman musuh.

Tidak berselang lama setelah alarm darurat berbunyi, jurnalis AFP di lapangan melaporkan terdengarnya dua ledakan keras.

"Saya mendengar bunyi alarm, lalu jendela rumah saya bergetar," ungkap salah seorang warga Riyadh. Otoritas pertahanan sipil Saudi baru mencabut status siaga sekitar setengah jam pasca-ledakan.

Agresi kilat Houthi ini menambah beban berat bagi stabilitas ekonomi global yang sebelumnya sudah goyah akibat ketegangan panjang selama tujuh bulan antara AS dan Iran. Di sisi lain, dampak kemanusiaan yang ditimbulkan di Yaman semakin memprihatinkan.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat bahwa pergerakan Houthi yang merebut sejumlah wilayah di Yaman dalam beberapa pekan terakhir telah menelan ratusan korban jiwa.

Konflik bersenjata ini juga memicu krisis pengungsi besar-besaran, memaksa lebih dari 110 ribu warga sipil kehilangan tempat tinggal mereka.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat