Badan Geologi ingatkan soal ancaman semburan gas vulkanik beracun di balik blue fire Papandayan - ANTARA News Megapolitan
Bandung (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan soal ancaman semburan gas vulkanik beracun melebihi ambang batas di balik kemunculan fenomena blue fire (sinar api biru) yang terpantau di kawasan Kawah Manuk, Kompleks Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kepala Badan Geologi Lana Saria di Bandung, Minggu, menjelaskan tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, fenomena blue fire yang teramati sejak 24 September 2026 dini hari di titik manifestasi panas baru Kawah Manuk itu dipicu oleh pelepasan energi panas yang cukup tinggi hingga membakar material permukaan dan menyisakan serbuk abu sisa pembakaran.
Meskipun pengamatan pemantauan terkini per 26 September 2026 menunjukkan pendaran sinar api telah padam dan pengukuran rasio gas di Kawah Mas mengonfirmasi tidak ada perubahan signifikan pada sistem hidrotermal bawah permukaan, pelepasan gas vulkanik berbahaya dilaporkan masih berlangsung intensif.
Baca juga: Ribuan wisatawan kunjungi Gunung Papandayan Garut saat libur Lebaran
"Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung," kata Lana dalam laporan evaluasi Badan Geologi.
Fenomena blue fire di Gunung Papandayan ini tergolong fenomena alam yang sangat langka dan sebelumnya hanya pernah tercatat dua kali pada 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025 di dinding kawah baru, serta fenomena serupa yang identik di Gunung Ijen, Jawa Timur.
Namun, letak kemunculan blue fire kali ini di Kawah Manuk berada sangat dekat dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan (camping ground) wisatawan, sehingga menuntut peningkatan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.
Namun mereka menerbitkan empat poin rekomendasi keselamatan utama bagi pengunjung dan pengelola TWA Gunung Papandayan:
1. Dilarang keras beraktivitas atau menginap di dalam kawasan bukaan kawah aktif (Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk/Balagadama) dalam radius 500 meter, khususnya saat cuaca mendung atau hujan.
2. Mewaspadai konsentrasi gas beracun yang dapat meningkat secara mendadak mengikuti arah angin.
3. Mewaspadai potensi letusan phreatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.
4. Mewaspadai ancaman tanah longsor pada dinding kawah di sekitar kompleks kawah aktif.
Badan Geologi mengimbau pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan untuk secara ketat menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi guna menjamin keselamatan pendaki dan mencegah aktivitas di area rawan gas beracun.
Masyarakat dan wisatawan juga dapat memantau perkembangan evaluasi aktivitas vulkanik terkini melalui saluran resmi PVMBG dan portal magma.esdm.go.id.
Pewarta: Ricky Prayoga
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.