Atlet UMS sumbang emas untuk Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Atlet UMS sumbang emas untuk Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional.  Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Savira sukses ANTARA News jateng peristiwa ...

Atlet UMS sumbang emas untuk Indonesia di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 17:04 WIB

Image Print

Atlet UMS berjaya di 10th Asian Pencak Silat Championship 2026. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kancah internasional.

Atlet Tapak Suci UMS Kirana Tias Savira sukses mempersembahkan medali emas bagi Indonesia pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Dong Nai, Vietnam, 15-23 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut turut mengantarkan Indonesia meraih posisi Juara Umum II dengan koleksi enam medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Dari enam medali emas yang diraih kontingen Indonesia, satu di antaranya disumbangkan oleh Kirana sebagai satu-satunya atlet UMS yang dipercaya memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen dan pelatih UMS Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or, menjelaskan pencapaian Kirana merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal dirinya menjadi mahasiswa UMS.

“Kirana memang menjadi salah satu atlet muda yang masuk dalam pantauan tim nasional. Dasar pemanggilannya karena berhasil menjuarai dua event nasional secara beruntun, yaitu POMNAS yang saat itu diselenggarakan di UMS dan PON Bela Diri di Kudus,” ujarnya, Sabtu.

Menurutnya, persiapan menuju Kejuaraan Asia telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Sejak diterima sebagai mahasiswa UMS melalui jalur beasiswa prestasi, Kirana telah menjalani program pembinaan yang terintegrasi antara akademik dan olahraga.

“Sejak semester pertama kami sudah menyiapkan Kirana agar prestasinya tetap konsisten. Di Vietnam ini merupakan debutnya di level Asia. Alhamdulillah penampilannya sesuai harapan, baik dari aspek fisik, teknik, taktik, maupun mental,” katanya.

Ia menambahkan tantangan terbesar sudah dihadapi Kirana sejak pertandingan pembuka. Atlet asal Klaten tersebut langsung bertemu wakil tuan rumah Vietnam yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar pencak silat di Asia.

“Secara teknis Kirana mampu menjalankan instruksi pelatih dengan baik dan berhasil menguasai pertandingan,” katanya.

Meski Indonesia tidak menurunkan kekuatan penuh dalam kejuaraan tersebut, kontingen Merah Putih tetap mampu menunjukkan performa terbaiknya.

“Tuan rumah tentu ingin menjadi juara umum. Sementara Indonesia hanya mengirim atlet-atlet potensial, bukan full team. Alhamdulillah kita tetap berhasil menjadi Juara Umum II. Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim,” jelasnya.

Ia mengatakan Kirana merupakan penerima Beasiswa Prestasi 100 persen UMS, sehingga selain menyelesaikan studi, ia juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan prestasi olahraga di tingkat nasional maupun internasional.

“Setelah berhasil menjadi juara di beberapa event, termasuk Kejuaraan Asia ini, Kirana menjadi kandidat atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang. Namanya sudah masuk daftar untuk seleksi World Championship 2026 dan diproyeksikan menuju SEA Games 2027. Secara hasil, semuanya sudah sesuai dengan harapan,” katanya.

Bagi Kirana, keberhasilan meraih emas menjadi pengalaman berharga sekaligus pencapaian penting dalam kariernya sebagai atlet.

“Alhamdulillah senang. Karena ini laga perdana saya di level Asia, jadi pasti sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas,” tutur mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Sebelum memperkuat Timnas Indonesia, Kirana pernah mewakili UMS pada ajang internasional di Thailand. Kini, ia berharap prestasi tersebut menjadi langkah awal untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi.

“Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games,” katanya.

Perjalanan Kirana sebagai atlet dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Ia mengenal Tapak Suci melalui kegiatan ekstrakurikuler saat kelas tiga SD, kemudian berlanjut mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Konsistensi itulah yang akhirnya mengantarkannya menjadi mahasiswa UMS sekaligus atlet nasional.

Di balik prestasi yang diraih, Kirana mengakui terdapat banyak pengorbanan sebagai seorang atlet.

“Dukanya harus siap menerima kekalahan, membagi waktu antara latihan, kuliah, keluarga, dan teman. Tapi ketika bisa berprestasi dan membanggakan keluarga, semuanya terbayarkan,” ujarnya.

Ia juga membagikan pesan bagi atlet muda agar mampu bangkit setelah mengalami kegagalan.

“Harus selesai dulu dengan diri sendiri. Setelah itu bangkit lagi dan memperbaiki mindset supaya semangat untuk latihan dan bertanding kembali,” pesannya.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.