Atlet Indonesia diminta pelajari ulang aturan integritas BWF imbas dugaan

Atlet Indonesia diminta pelajari ulang aturan integritas BWF imbas dugaan

Atlet Indonesia diminta pelajari ulang aturan integritas BWF imbas dugaan "match fixing"

Kamis, 13 Agustus 2026 05:36 WIB

Image Print

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi (kiri) dan Nita Violina Marwah (kanan) mengembalikan kok ke arah ganda campuran Amerika ARSIP FOTO - Serikat Presley Smith dan Jennie Gai pada babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Amri/Nita melaju ke babak 16 besar usai menang dua gim 21-19 dan 21-13. ANTARA FOTO/Fauzan/tom. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Jakarta (ANTARA) - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengirim aturan integritas untuk dipelajari atlet Indonesia imbas dugaan pengaturan pertandingan atau match fixing, demikian diungkapkan pebulu tangkis Indonesia Amri Syahnawi.

"Ya selalu diperingatkan ya, terus juga terakhir berapa minggu lalu gitu, dikirim aturan baru ya, maksudnya dari BWF ke kami, buat ya untuk dipelajari lagi, karena banyak banget dan memang harus kami teliti lah, harus hati-hati," kata Amri kepada pewarta di Jakarta, Rabu.

Saat ini BWF tengah melakukan penyelidikan terkait kasus pelanggaran integritas yang menyeret nama-nama atlet Indonesia diduga terlibat dalam match fixing.

Imbas atas dugaan tersebut, BWF mengirimkan aturan integritas untuk dicermati ulang oleh atlet Indonesia.

Amri mengatakan materi tersebut diberikan dalam bentuk dokumen. Setelah itu, para pelatih akan memberikan arahan agar para atlet memahami lebih dalam soal regulasi yang ada.

"Iya itu dijelaskan kok, dijelaskan terus juga selalu diingatkan dari pelatih hari-hari juga, terus dikasih PDF gitu kan kita disuruh pelajari. Nanti ada arahan lagi dari pelatih diingatkan terus setiap hari, setiap datang sama pelatih," ungkap Amri.

Nita Violina Marwah mengungkapkan bahwa pelatih berperan sebagai perpanjangan tangan dari pengurus PBSI untuk mengingatkan soal aturan integritas.

"Jadi mungkin kami diingatkan dari pelatih, mungkin pengurus lewat pelatih, jadi pelatih ke atletnya gitu sih," tutur Nita.
Baca juga: Fajar/Fikri siapkan kondisi terbaik untuk semifinal China Open
Baca juga: Fajar/Fikri ke final Japan Open 2026 usai taklukkan Hoki/Kobayashi
Baca juga: Alwi terhenti di perempat finalJapan Open 2026
Baca juga: Gregoria ditarik dari tur Asia akibat cacar air

Pewarta : Fajar Satriyo
Editor: Rajib Rizali
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.