Apple Developer Institute AI/ML UC kembangkan talenta AI Indonesia - ANTARA News Jawa Timur
Seluruh upaya di sini dari sisi investasi, penyediaan dana, para trainer, itu semua disupport full oleh Apple
Surabaya (ANTARA) -
Apple Developer Institute for AI/ML di Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Jawa Timur, mengembangkan talenta kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) di Indonesia.
“Total ada 12 sekolah di seluruh Indonesia dan tiga universitas di Indonesia. Khusus untuk universitas yang hari ini Bapak Ibu tinjau, itu adalah di Surabaya. 2026 ini usianya 20 tahun,” kata Director, Board of Executive Yayasan Ciputra Pendidikan Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus Kurnia Wahjudono, M.M. saat Open Day Apple Developer Institute for AI/ML di Universitas Ciputra Surabaya, Rabu.
Denny mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kerja sama Universitas Ciputra dengan Apple yang telah berlangsung sejak 2019.
Menurut dia, Apple Developer Institute for AI/ML menjadi fasilitas ketiga hasil kerja sama di Universitas Ciputra Surabaya dan secara khusus berfokus pada pengembangan kompetensi AI.
“Dan hari ini Bapak Ibu melihat ini adalah fasilitas yang ketiga dari kerja sama UC dengan Apple. Fasilitas ketiga ini lebih spesifik karena ini menyangkut AI,” katanya.
Ia menjelaskan Apple Developer Academy sebelumnya memberikan pembelajaran teknologi selama sekitar 10 bulan dan dapat diikuti peserta yang belum menyelesaikan pendidikan sarjana.
Sementara Apple Developer Institute AI/ML ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan masa pembelajaran hingga dua tahun. Program tersebut dilaksanakan secara penuh waktu dengan kuota 30 peserta setiap tahun melalui proses seleksi.
“Seluruh upaya di sini dari sisi investasi, penyediaan dana, para trainer, itu semua disupport penuh oleh Apple,” ujarnya.
Sementara itu, Director Apple Developer Institute for AI/ML Universitas Ciputra Prof. Dr. Trianggoro Wiradinata mengatakan program tersebut juga menekankan penggunaan AI secara bertanggung jawab atau responsible AI.
“Jangan sampai kita menciptakan monster yang nantinya akan membuat kita jadi susah sendiri. Jadi AI harus dipelajari dengan yang namanya responsible AI,” ujarnya.
Ia mengatakan peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan data yang tepat, termasuk memperhatikan ethical clearance untuk data yang bersifat sensitif.
Pembelajaran tahun pertama dibagi menjadi empat siklus challenge, mulai dari penggunaan data publik hingga pengerjaan persoalan nyata bersama mitra industri.
Challenge keempat dijadwalkan berlangsung mulai akhir September hingga Desember 2026, sedangkan pada tahun kedua peserta akan mengerjakan tantangan industri dalam skala lebih besar selama satu tahun.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.