Apakah Alergi Bisa Sembuh? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Apakah Alergi Bisa Sembuh? Ini Fakta yang Perlu Anda Ketahui

CNN Indonesia Senin, 27 Jul 2026 06:00 WIB Ilustrasi. Salah satu reaksi alergi, yakni sesak napas. (iStoc...

CNN Indonesia

Senin, 27 Jul 2026 06:00 WIB

Banyak yang penasaran, apakah alergi bisa sembuh? Salah satu reaksi alergi yang berbahaya, yakni sesak napas.
Ilustrasi. Salah satu reaksi alergi, yakni sesak napas. (iStockphoto/DjelicS)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak yang bertanya-tanya, apakah alergi bisa sembuh sepenuhnya? Pertanyaan ini sering muncul karena gejala alergi dapat kambuh berulang, bahkan setelah bertahun-tahun tidak muncul.

Pada kenyataannya, alergi merupakan kondisi yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh menganggap zat yang sebenarnya tidak berbahaya sebagai ancaman, sistem imun akan memicu reaksi yang menyebabkan bersin, gatal, ruam, hidung tersumbat, hingga sesak napas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah alergi bisa sembuh?

Mengutip berbagai sumber, hingga saat ini belum ada pengobatan yang benar-benar dapat menyembuhkan alergi secara permanen. Namun, bukan berarti penderita alergi harus terus hidup dengan gejala yang mengganggu.

Beberapa jenis alergi, terutama alergi makanan yang muncul pada masa kanak-kanak, seperti susu, telur, gandum, atau kedelai, dapat menghilang seiring bertambahnya usia. Sebaliknya, alergi yang muncul saat dewasa, alergi obat, atau alergi saluran pernapasan umumnya bersifat jangka panjang.

Pilihan Redaksi

  • Sering Dianggap Sepele, 5 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Kamu Ngorok
  • Jarang yang Tahu, Bagian Tubuh Ini Ungkap Masalah Kesehatan Anjing
  • 5 Bahasa Tubuh yang Bisa Jadi Tanda Seseorang Berbohong

Meski demikian, tingkat keparahan alergi dapat berubah. Pada sebagian orang, gejalanya menjadi lebih ringan seiring waktu, sedangkan pada yang lain tetap memerlukan penanganan agar tidak sering kambuh.

Mengapa alergi bisa terjadi?

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali zat tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya. Zat pemicu tersebut disebut alergen, misalnya serbuk sari, tungau debu, bulu hewan, makanan tertentu, obat-obatan, atau sengatan serangga.

Saat tubuh terpapar alergen, sistem imun akan menghasilkan antibodi yang memicu pelepasan histamin. Zat inilah yang menyebabkan munculnya berbagai gejala khas alergi, seperti gatal, bersin, mata berair, hingga pembengkakan.

Meskipun belum dapat disembuhkan sepenuhnya, gejala alergi umumnya dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat. Antihistamin sering digunakan untuk meredakan bersin, hidung berair, mata gatal, maupun biduran.

Dokter juga dapat meresepkan kortikosteroid, dekongestan, atau obat lain sesuai jenis alergi yang dialami. Pada kasus tertentu, imunoterapi dapat menjadi pilihan untuk membantu tubuh menjadi lebih toleran terhadap alergen melalui paparan bertahap dalam dosis kecil.

Imunoterapi bukanlah obat yang menghilangkan alergi, tetapi terapi ini terbukti dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen. Alhasil, gejala menjadi lebih ringan pada sebagian pasien.

Cara mengurangi risiko alergi kambuh

Menurut Medical News Today, langkah paling penting adalah mengenali dan menghindari pemicu alergi. Jika penyebabnya tungau debu, misalnya, menjaga kebersihan rumah dan rutin mencuci seprai dapat membantu mengurangi paparan.

Selain itu, konsultasikan dengan dokter apabila gejala sering kambuh atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita alergi tetap dapat menjalani kehidupan yang nyaman dan produktif.

Itu dia jawaban dari pertanyaan apakah alergi bisa sembuh. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda.

(han/rti)

Add

as a preferred
source on Google