Anggaran terbatas, Bupati Madina dorong pejabat gandeng investor dan daerah lain - ANTARA News Sumatera Utara

Anggaran terbatas, Bupati Madina dorong pejabat gandeng investor dan daerah lain - ANTARA News Sumatera Utara

Madina (ANTARA) - Bupati Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Saipullah Nasution mendorong pejabat pimpinan tinggi pratama mengembangkan inovasi, kreativitas, dan kerja sama dengan investor maupun pemerintah daerah lain untuk menghadapi keterbatasan fiskal daerah.

"Kondisi keuangan daerah sedang tidak baik-baik saja," kata Saipullah saat memberikan sambutan pada pelantikan sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Madina di Panyabungan, Senin (31/8).

Ia mengatakan pemerintah daerah telah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran sejak 2025 yang berlanjut pada 2026. Kondisi tersebut, menurut dia, menuntut pejabat tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah dalam menjalankan pembangunan.

"Di keterbatasan anggaran ini, saya berharap justru banyak dari Bapak/Ibu sekalian untuk berimprovisasi, berinovasi, melakukan kreativitas di semua sektor," ujarnya.

Saipullah meminta pejabat membuka ruang komunikasi dengan investor untuk menjajaki peluang kerja sama yang dapat membantu mengatasi keterbatasan fiskal sekaligus mendorong aktivitas ekonomi daerah.

"Investor mana yang bisa kita undang ke sini untuk bisa bekerja sama untuk menutupi kekurangan fiskal kita. Lakukan, buka ruang komunikasi," katanya.

Ia menilai pejabat pimpinan tinggi pratama harus mengubah pola pikir dari sekadar menjalankan rutinitas birokrasi menjadi lebih strategis dalam mengambil kebijakan dan membangun komunikasi.

"Anda-anda saat ini sudah menjadi Pejabat Tinggi Pratama, tentu cara berpikirnya tidak lagi di middle, tidak lagi di lower, tapi di high, di tingkat pimpinan," ujarnya.

Menurut Saipullah, kerja sama antardaerah juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Madina tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.

Ia mengatakan hal tersebut diperolehnya dari pengalaman mengikuti Apkasi Otonomi Expo 2026 di ICE BSD Tangerang. Dalam forum tersebut, menurut dia, terdapat banyak peluang kerja sama antardaerah yang dapat dikembangkan.

Salah satu yang menarik perhatiannya adalah potensi kerja sama di sektor pertanian dengan daerah yang mampu menghasilkan produksi padi hingga 12 ton per hektare.

"Kita bisa bertukar ilmu pengetahuan, bertukar teknologi, bibit apa yang digunakan, bagaimana cara merawat tanamannya, bagaimana cara panennya, bagaimana dia mengolah berasnya sehingga dia bisa dapat 12 ton per hektare," katanya.

Ia juga menyebut daerah tersebut memiliki peternakan ayam petelur dengan populasi sekitar 15 juta ekor dan telah menjalin kerja sama dengan 48 daerah.

Pola tersebut, kata Saipullah, menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak harus menjadi penghalang apabila pemerintah mampu membangun kolaborasi, memanfaatkan teknologi, dan membuka jaringan kerja sama.

"Uang terbatas, anggaran kita terbatas, tapi kalau kita komunikasi, memanfaatkan dengan lebih baik teknologi, saya yakin Saudara-saudara bisa jauh lebih hebat daripada yang lain," ujarnya.

Karena itu, ia meminta pejabat baru menindaklanjuti peluang kerja sama yang diperoleh dari forum tersebut, termasuk bertukar pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian.

Ia berharap para pejabat mampu menghadirkan terobosan baru sesuai bidang tugas masing-masing sehingga keterbatasan fiskal tidak menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir sambutannya, Saipullah mengingatkan para pejabat bahwa jabatan yang diberikan merupakan amanah dan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

"Yang penting kita serius, kita lakukan dengan ikhlas, tulus, bahwa ini adalah pengabdian, pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Ia juga mengingatkan para pejabat terhadap sumpah jabatan yang telah diucapkan dengan disertai Al-Qur'an.

"Sudah disumpahkan, sudah diikrarkan demi Allah dengan disertai Al-Qur'an. Ingat, apa yang Saudara lakukan selalu disaksikan oleh Allah SWT," ujarnya.

Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.