Alhamdulillah! Penduduk miskin NTB berkurang 8.680 orang pada Maret 2026

Alhamdulillah! Penduduk miskin NTB berkurang 8.680 orang pada Maret 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkurang sebanyak 8.680 orang menjadi 628.500 orang pada Maret 2026 dibandingkan ANTARA News mataram 3 ...
"Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin Maret 2026 perkotaan mengalami penurunan sebanyak 9.510 orang dari 349.940 orang pada September 2025 menjadi 340.430 orang pada Maret 2026,"

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkurang sebanyak 8.680 orang menjadi 628.500 orang pada Maret 2026 dibandingkan September 2025 yang mencapai 637.180 orang.

"Ada penurunan penduduk miskin dari September 2025 ke Maret 2026. Jumlah penurunan dari 11,38 persen menjadi 11,17 persen atau sekitar 0,21 persen," kata Kepala BPS NTB Wahyudin saat memaparkan laporan statistik, di Mataram, Rabu.

Wahyudin mengatakan penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin tersebut menunjukkan adanya perbaikan kondisi kemiskinan di NTB.

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, kata dia lagi, tingkat kemiskinan perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 11,25 persen atau lebih tinggi dibandingkan perdesaan yang hanya sebesar 11,08 persen.

Tingkat kemiskinan perkotaan di NTB mengalami penurunan dibandingkan September 2025 yang tercatat sebesar 11,70 persen. Sebaliknya, tingkat kemiskinan perdesaan sedikit meningkat dari sebelumnya 11,02 persen menjadi 11,08 persen.

"Dibanding September 2025, jumlah penduduk miskin Maret 2026 perkotaan mengalami penurunan sebanyak 9.510 orang dari 349.940 orang pada September 2025 menjadi 340.430 orang pada Maret 2026," ujarΒ Wahyudin.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin perdesaan justru meningkat sebanyak 820 orang dari 287.240 orang pada September 2025 menjadi 288.060 orang pada Maret 2026.

BPS mencatat pergerakan jumlah penduduk miskin di NTB dari Maret 2021 hingga Maret 2026 secara umum terus menunjukkan tren penurunan dari waktu ke waktu.

Wahyudin mengungkapkan garis kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp606.951 per kapita per bulan yang terdiri atas garis kemiskinan makanan sebesar Rp460.597 atau 75,89 persen dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp146.354 atau 24,11 persen.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT Β© ANTARA 2026