Alasan Kenapa Maskapai Makin Ketat Batasi Bagasi Kabin Penumpang

Alasan Kenapa Maskapai Makin Ketat Batasi Bagasi Kabin Penumpang

CNN Indonesia Senin, 27 Jul 2026 13:00 WIB Ilustrasi barang bawaan penumpang pesawat di bagasi kabin. (iS...

CNN Indonesia

Senin, 27 Jul 2026 13:00 WIB

ilustrasi cabin pesawat
Ilustrasi barang bawaan penumpang pesawat di bagasi kabin. (iStockphoto/Rrrainbow)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemandangan petugas maskapai yang menimbang ulang tas penumpang di area pintu masuk atau boarding gate kini semakin sering dijumpai. Kebijakan pembatasan dan pengetatan berat bagasi kabin ini kerap membuat penumpang gusar, namun ternyata ada alasan keselamatan penerbangan yang sangat krusial di baliknya.

Bagasi kabin berlebihan tak hanya memicu keterlambatan jadwal terbang atau delay akibat awak kabin harus menata ulang isi kompartemen atas, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan seluruh penerbangan.

1. Menjaga Batas Maksimum Berat Lepas Landas

Alasan paling mendasar di balik regulasi ini berkaitan erat dengan Maximum Takeoff Weight (MTOW) atau batas berat maksimum pesawat saat lepas landas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keseimbangan dan keselamatan terbang dihitung berdasarkan total bobot gabungan:

- Rangka fisik pesawat
- Bahan bakar (avtur)
- Pasokan makanan dan minuman dapur (catering)
- Kargo
- Pilot, awak kabin, serta penumpang beserta seluruh barang bawaannya.

Mantan pilot yang kini menjadi peneliti keselamatan penerbangan di University of Southern Queensland, Natasha Heap, menjelaskan bahwa standar perhitungan berat penumpang terus mengalami penyesuaian seiring perubahan rata-rata berat badan masyarakat.

"Pada awal karier penerbangan saya di tahun 1998, standar berat penumpang yang diatur adalah 77 kg per orang di luar bagasi kabin," ujar Heap kepada The Independent.

Saat ini, untuk pesawat berkapasitas 150 hingga 299 kursi (seperti Boeing 737), otoritas menetapkan asumsi berat rata-rata penumpang pria dewasa sebesar 81,8 kg, wanita dewasa 66,7 kg, dan standar bagasi kabin sebesar 7 kg per penumpang.

2. Mengapa Aturan Tiap Maskapai Berbeda?

Meskipun terdapat standar umum, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil mengizinkan setiap maskapai mengajukan batas berat khusus sesuai kebijakan operasional mereka. Hal inilah yang membuat batasan bagasi kabin berbeda-beda antar-maskapai.

Khusus untuk pesawat perintis berkapasitas di bawah tujuh penumpang, seperti pada rute antarpulau di Selat Torres, Australia, proses penimbangan berat badan penumpang beserta barang bawaannya bahkan wajib dilakukan secara langsung di bandara.

3. Strategi Bisnis Maskapai Berbiaya Rendah

Hadirnya maskapai berbiaya rendah (Low-Cost Carrier/LCC) merombak total lanskap penerbangan. Dengan memisahkan tarif dasar dan mengenakan biaya untuk bagasi terdaftar, banyak penumpang mencoba "mengakali" biaya dengan membawa seluruh barang ke dalam kabin.

Maskapai menyadari fenomena ini dan menjadikannya sebagai ladang pendapatan tambahan. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memperkirakan pendapatan dari biaya ekstra ini-termasuk bagasi tambahan-mencapai USD 144 miliar (sekitar Rp 2.577,6 triliun) per tahun, sebuah angka yang bahkan melampaui nilai pengangkutan kargo udara global.

4. Cedera Awak Kabin hingga Bahaya Evakuasi Darurat

Di luar kalkulasi berat dan bisnis, pembatasan bagasi kabin ditujukan untuk melindungi keselamatan fisik:

- Menghindari Cedera Awak Kabin: Tas yang terlalu berat kerap menyebabkan pramugari atau pramutra mengalami cedera punggung dan otot akibat harus mengangkat beban tinggi ke kompartemen atas.

- Risiko Evakuasi Darurat: Tas berukuran besar menyebabkan kemacetan lorong pesawat saat boarding. Lebih fatal lagi, dalam situasi darurat, penumpang yang nekat berhenti untuk mengambil bagasi kabin terbukti sangat memperlambat proses evakuasi yang membutuhkan waktu hitungan detik.

Membawa barang bawaan yang lebih ringkas bukan sekadar menghindari biaya ekstra, melainkan bentuk kepedulian demi memastikan penerbangan berangkat tepat waktu dan berjalan aman bagi seluruh penumpang.

(wiw)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]