ADHI Buka Suara Soal Suntikan Dana Danantara di Proyek LRT City
AKURAT.CO Rencana besar PT ADHI KARYA (Persero) Tbk. (ADHI) dalam menuntaskan proyek hunian berbasis transportasi, LRT City, mulai menemui titik terang.
Emiten konstruksi pelat merah ini mengonfirmasi tengah menjajaki skema pendanaan strategis bersama PT Danantara Asset Management (DAM).
Langkah ini diambil guna memastikan keberlanjutan dan percepatan penyelesaian ribuan unit hunian yang tersebar di berbagai titik strategis.
Baca Juga: ADHI Karya Bukukan Kontrak Baru Rp8,3 Triliun hingga Juli 2026, Naik 118 Persen Secara Tahunan
Gandeng Danantara untuk Keberlanjutan Proyek
ADHI melalui anak usahanya, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), dilaporkan terus melakukan komunikasi intensif dengan Danantara Asset Management.
Fokus utama kerja sama ini adalah mendukung penyelesaian proyek-proyek LRT City yang menjadi andalan perusahaan.
Meski demikian, manajemen menegaskan bahwa hingga saat ini skema pendanaan—baik berupa penambahan modal maupun pinjaman pemegang saham (shareholder loan)—masih dalam tahap kajian mendalam.
"Besaran pendanaan maupun pihak penerima masih dalam proses pembahasan lebih lanjut dengan DAM," tulis Corporate Secretary ADHI, Siswanto dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (8/9/2026).
Ambisi 60.000 Unit: Kejar Target Serah Terima
Proyek LRT City merupakan skala masif yang mencakup 12 kawasan dengan luas lahan mencapai lebih dari 122 hektar. ADHI memproyeksikan total pengembangan mencapai 60.000 unit hunian di masa depan.
Data terbaru menunjukkan performa operasional yang cukup signifikan:
9.960 unit telah dipasarkan ke publik
5.484 unit tercatat telah terjual
3.080 unit sudah diserahterimakan kepada konsumen
2.404 unit sedang dalam tahap penyelesaian akhir untuk segera diserahkan kepada pembeli
Dukungan dana dari Danantara diharapkan menjadi katalisator utama untuk memenuhi kewajiban serah terima kepada konsumen tersebut secara tepat waktu.
Menanti Finalisasi Skema
ADHI berkomitmen untuk menjalankan aksi korporasi ini sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga saat ini, rincian mengenai kebutuhan dana per proyek serta progres konstruksi spesifik masih dalam tahap finalisasi kajian.
Selain rencana strategis dengan Danantara ini, ADHI menegaskan tidak ada informasi atau kejadian penting lainnya yang bersifat material yang dapat memengaruhi kelangsungan hidup perusahaan atau fluktuasi harga saham di pasar modal.