52 Persen Milenial dan Gen Z Rela Bayar Lebih untuk Pengalaman Wisata Berkualitas
Jumat, 25 September 2026 - 12:40 WIB
VIVA –Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengungkap tren berwisata yang mulai mengalami perubahan. Disebutnya wisatawan saat ini tidak lagi berwisata untuk sekadar mengunjungi suatu destinasi, tetapi juga mencari pengalaman yang autentik, personal, dan bermakna. Kecenderungan itu terutama ditunjukkan oleh kalangan milenial dan Gen Z yang 52 persen bersedia membayar lebih untuk mendapatkan pengalaman wisata yang berkualitas.
Baca Juga
Kemampuan para pemangku kepentingan pariwisata di Indonesia dalam menjawab minat wisatawan tersebut akan berdampak positif pada masa tinggal yang lebih lama dan belanja wisatawan yang lebih banyak lagi. Menjawab hal itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan kualitas wisata pengalaman dengan memanfaatkan dua dari enam tren wisata global, yakni MICE dan bleisure - perpaduan perjalanan business and leisure.
Berdasarkan ICCA Global Watch Business Analytics Country and City Ranking 2025, Indonesia menempati peringkat ke-37 dunia dan ke-4 ASEAN. Sejalan dengan MICE, tren bleisure semakin menguat karena mereka yang datang ke sebuah event tidak hanya mengisi waktu untuk mengikuti kegiatan di event tersebut, tetapi juga menikmati daya tarik di daerah tersebut.
Berkaca dari Singapura yang merupakan pesaing utama di regional, Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjahit ekosistem pariwisata dari penyedia atraksi wisata, hotel, hingga penyedia kuliner secara kuat untuk memberikan pengalaman wisata yang berkualitas.
“Pengembangan MICE Indonesia harus bergeser dari sekadar menghadirkan event menuju penciptaan pengalaman yang bernilai. Pengalaman tersebut harus mampu memperkuat destinasi, menggerakkan ekonomi lokal, dan juga meningkatkan daya saing Indonesia di panggung MICE dunia. Dengan kata lain, Indonesia tidak hanya menawarkan venue, tapi juga pengalaman di dalamnya,” kata Ni Luh Puspa dalam acara Indonesia Tourism and MICE Outlook (ITMO) 2027, Kamis 24 September 2026.
Terlebih, multiplier effect yang dihasilkan dari penyelenggaraan event menyentuh berbagai sisi. Berdasarkan data Kemenpar, melalui program Event by Indonesia sepanjang 2025, 12,2 juta pengunjung datang, menggerakkan 20.887 UMKM dengan 257.561 tenaga kerja terlibat, termasuk pelaku seni dan anggota komunitas.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini menambahkan bahwa wisata pengalaman menjadi masa depan pengembangan wisata di Indonesia sebagai upaya menciptakan wisata berkualitas tinggi. Ada tiga komponen utama untuk mewujudkannya, yakni menghargai budaya, alam, dan koneksi antar-manusia. Tanpa ketiganya, wisata pengalaman tidak akan berkualitas.
Halaman Selanjutnya
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA