166 PAUD di Surabaya ikuti lomba pengolahan sampah - ANTARA News Jawa Timur

166 PAUD di Surabaya ikuti lomba pengolahan sampah - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 166 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya mengikuti Lomba Asah Terampil bertema "Sampah Rumahku, Karya Ceriaku" dengan memanfaatkan barang bekas menjadi karya serta alat permainan edukatif, sekaligus belajar peduli terhadap lingkungan.

Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Selasa mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kepedulian lingkungan melalui proses belajar yang menyenangkan.

"Anak-anak tidak hanya melihat sampah sebagai benda yang harus dibuang, tetapi juga belajar bahwa barang yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali," katanya.

Ia mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan perlu dikenalkan sejak anak masih kecil karena pendidikan tentang sampah tidak harus menunggu anak memasuki jenjang sekolah dasar atau menengah.

"Anak-anak PAUD juga harus dilatih mulai usia dini bagaimana peduli terhadap lingkungan. Minimal mereka tahu membuang sampah pada tempatnya, kemudian mengenal sampah basah dan sampah kering," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme satuan PAUD terhadap kegiatan edukasi lingkungan.

"Kuota kita sebenarnya 100, tetapi karena antusiasme Bunda PAUD, kami tidak mungkin menutup atau menunda. Akhirnya kami terima 166," kata Fikser.

Menurut Fikser, jumlah peserta berpotensi lebih besar apabila waktu pendaftaran dan kapasitas kegiatan diperluas. Karena itu, pihaknya tengah mempertimbangkan pelaksanaan lomba berbasis wilayah pada tahun berikutnya.

"Melihat antusiasme Bunda PAUD ini perlu kami apresiasi. Ke depan mungkin dibuat per kelompok wilayah, beberapa kecamatan digabung, kemudian yang terbaik ditarik ke tingkat kota," ujarnya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.