13 ABK asing diamankan di perairan Pulau Simeulue - ANTARA News Aceh

13 ABK asing diamankan di perairan Pulau Simeulue - ANTARA News Aceh

Simeulue (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyatakan sebanyak 13 anak buak kapal (ABK) asing diamankan di perairan Pulau Simeulue Cut karena masuk tanpa izin. K...

Simeulue (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menyatakan sebanyak 13 anak buak kapal (ABK) asing diamankan di perairan Pulau Simeulue Cut karena masuk tanpa izin.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simeulue Jainiludin di Simeulue, Kamis, mengatakan ke-13 warga negara asing tersebut merupakan ABK diduga kapal dari Thailand.

"Kapal diduga dari Thailand tersebut ditemukan di perairan Pulau Simeulue Cut, Kecamatan Simeulue Cut, Kabupaten Simeulue. Saat ini, ke-13 ABK tersebut diamankan di Pos TNI AL," katanya.

Jainiludin mengatakan kapal jenis kargo dengan bobot 100 gross ton (GT) tersebut dilaporkan berada di Perairan Simeulue Cut pada Sabtu, (26/7). Selanjutnya, tim gabungan TNI AL mengamankan kapal beserta awaknya.

Saat ditemukan, kata Jainiludin, kapal tersebut dalam kondisi kosong. Ada dugaan sebelumnya, kapal bermuatan barang, namun sebelum pemeriksaan barang tersebut dibuang ke laut.

Baca: DKP bersama pokmaswas patroli laut di perairan Pulau Simeulue

Jainiludin mengatakan tim gabungan terus berkoordinasi terkait proses hukum dan penyelidikan asal usul kapal serta status keimigrasian semua awak kapalnya.

Tim gabungan terdiri dari Lanal Simeulue, Kodim 0115 Simeulue, Kantor Imigrasi Kelas II Meulaboh, BNN Pusat, UPP Kesyahbandaran Sinabang, Bea Cukai Meulaboh, dan Badan Kesbangpol Kabupaten Simeulue.

"Saat ini tim gabungan sedang melakukan penyelidikan terkait asal usul kapal dan status keimigrasian ABK," kata Jainiludin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Simeulue Supriman Juliansyah mengatakan kapal yang ditemukan di Perairan Simeulue Cut tersebut bukan kapal perikanan. 

"Setelah kami cari tahu, kapal tersebut bukan kapal nelayan. Kapal asing tersebut merupakan kapal kargo atau barang. Keberadaan kapal tersebut di perairan Simeulue masih dalam penyelidikan," kata Supriman Juliansyah.

Baca: DKP perkuatan hukum adat laut di Pulau Simeulue

Pewarta: Ade Irwansah
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.