World-News

Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Pemkab Pasaman Barat siapkan Rp16,9 miliar rehab irigasi terdampak bencana alam

Senin, 13 Juli 2026 17:08 WIB

Image Print

Saluran irigasi di Kampung Karambia Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi akhir November 2025. ANTARA/HO- PSDA PUPR Pasaman Barat. (Rehabilitasi irigasi terdampak bencana alam)

Polres Batang ungkap dua kasus penggelapan dan pencurian sepeda motor

Polres Batang ungkap dua kasus penggelapan dan pencurian sepeda motor

Polres Batang ungkap dua kasus penggelapan dan pencurian sepeda motor

Senin, 13 Juli 2026 17:07 WIB

Image Print

Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Veronika didamping Waka Polres Kompok Hartono dan dan Kasatreskrim Iptu Albertus Sudaryono mengecek sepeda motor hasil curian di Batang, Senin (13/7/2026). (ANTARA/Kutnadi)

Ibu Santri Lombok Tengah: Anak Saya Dibakar di Ruang Kosong

Ibu Santri Lombok Tengah: Anak Saya Dibakar di Ruang Kosong

Jakarta, CNN Indonesia --

Umah, ibu santri korban pembakaran di Lombok Tengah, NTB mengungkap bahwa anaknya sempat mengaku dibakar saat menjalani perawatan sebelum kemudian meninggal dunia.

Umah hadir dalam rapat audiensi di Komisi III DPR ditemani tim hukum dari Hotman Paris Hutapea, Senin (13/7). Dia yang tak bisa berbahasa Indonesia, berbicara melalui penerjemahnya dari tim hukum Hotman Paris, Titi Tantri pada kesempatan tersebut.

Wali kota: Koperasi penggerak ekonomi masyarakat

Wali kota: Koperasi penggerak ekonomi masyarakat

Wali kota: Koperasi penggerak ekonomi masyarakat

Senin, 13 Juli 2026 17:04 WIB

Image Print

Kegiatan senam bersama memperingati Hari Koperasi Nasional 2026 tingkat Kota Magelang di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (12/7/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Dari Mbappe hingga Hitler: Rasisme yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

Dari Mbappe hingga Hitler: Rasisme yang Tak Pernah Benar-Benar Mati

Padang (ANTARA) - Rasisme di dunia sepak bola bukanlah cerita baru. Kylian Mbappe hanya menjadi nama terbaru dalam daftar panjang pemain sepakbola yang harus menerima penghinaan karena warna kulit dan asal-usulnya. Sebelum Mbappe, dunia menyaksikan bagaimana John Barnes dihina ketika membela Liverpool pada era 1980-an. Mesut Ozil, meski membawa Jerman menjuarai Piala Dunia 2014, tetap dipersoalkan identitas Turkinya. Paul Pogba kerap menjadi sasaran ujaran kebencian karena keturunan Ghananya, sementara Vinicius Junior berulang kali menerima pelecehan rasial di berbagai stadion Spanyol. Daftar ini menunjukkan satu kenyataan yang pahit bahwa prestasi ternyata belum mampu menghapus prasangka.