Warga suarakan kesetaraan anak disabilitas lewat Run for Equality 2026

Warga suarakan kesetaraan anak disabilitas lewat Run for Equality 2026

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.670 orang mengikuti Run for Equality 2026 untuk mengampanyekan kesetaraan dan pemenuhan hak anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, untuk bermain, berpartisipasi, dan tumbuh ta...

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.670 orang mengikuti Run for Equality 2026 untuk mengampanyekan kesetaraan dan pemenuhan hak anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, untuk bermain, berpartisipasi, dan tumbuh tanpa diskriminasi.

Kegiatan yang diselenggarakan Plan Indonesia di Senayan Park, Jakarta, Minggu, diikuti oleh anak-anak, keluarga, komunitas lari, penyandang disabilitas, institusi pendidikan, serta korporasi.

"Kami ingin mendorong terciptanya ruang olahraga dan ruang publik yang lebih inklusif agar setiap anak dan kaum muda, termasuk anak penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, bermain, dan berkembang tanpa diskriminasi," kata Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastusi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Run for Equality 2026, ruang olahraga yang aman untuk disabilitas

Dini menjelaskan kegiatan ini mengusung tema Equal Steps, Equal Play sebagai pengingat bahwa kesetaraan dapat diwujudkan secara sederhana dari ruang-ruang publik yang memungkinkan anak-anak, termasuk penyandang disabilitas, berpartisipasi tanpa diskriminasi, untuk bermain, belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensinya.

Tema tersebut menjadi pilihan, sebab data tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengungkapkan hanya 17,2 persen penyandang disabilitas usia produktif yang mengakses pendidikan formal.

Selain itu, lebih dari separuh penyandang disabilitas masih menghadapi hambatan dalam mengakses layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan, hingga ruang publik yang aman dan inklusif.

Senada dengan Dini, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Aman Damanik menegaskan bahwa inklusivitas harus diwujudkan melalui pengalaman nyata, termasuk dalam aktivitas olahraga.

"Olahraga adalah hak semua orang. Inklusivitas juga harus diwujudkan dengan cara memastikan anak-anak penyandang disabilitas dapat berpartisipasi secara bermakna, aman, dan setara. Inisiatif seperti Run for Equality menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran bahwa ruang publik harus dapat diakses oleh semua," ujar Jonna.

Baca juga: Patriot Run Indonesia beri ruang untuk pelari disabilitas

Baca juga: Lari Virtual diharapkan jadi gaya hidup baru

Adapun artis sekaligus pesohor, Wulan Guritno juga menilai kegiatan ini membawa pesan agar bagaimana para orang tua dan caregiver dengan penuh cinta terus mendampingi anak-anak penyandang disabilitas agar berani mencoba, berkembang, dan menikmati setiap langkah mereka.

"Semoga semakin banyak ruang olahraga dan ruang publik yang inklusif, sehingga setiap anak dan keluarga dapat merasa diterima, didukung, dan menjadi bagian dari masyarakat tanpa diskriminasi," ucap Wulan Guritno.

Makna inklusi dirasakan langsung oleh Zahra (16 tahun), peserta penyandang disabilitas yang mengikuti kategori 3K.

"Di sini saya merasa diterima dan tidak dipandang berbeda. Kami juga ingin berolahraga, bersosialisasi, dan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama jika diberikan kesempatan. Semoga semakin banyak kegiatan dan ruang publik yang benar-benar inklusif, sehingga lebih banyak teman disabilitas berani keluar, berpartisipasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka," tutur Zahra.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.