Warga Rejang Lebong ubah limbah tali plastik jadi kerajinan anyaman - ANTARA News Bengkulu

Warga Rejang Lebong ubah limbah tali plastik jadi kerajinan anyaman - ANTARA News Bengkulu

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Warga Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memanfaatkan limbah tali plastik atau Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi berbagai...

Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Warga Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, memanfaatkan limbah tali plastik atau Polyethylene Terephthalate (PET) menjadi berbagai produk kerajinan anyaman tradisional bernilai jual.

Pengusaha kerajinan anyaman Desa Seguring, Ari Fahifmi, mengatakan inovasi itu berawal dari sulitnya mendapatkan bahan baku alami seperti bambu dan rotan yang biasa digunakan untuk membuat alat-alat tradisional seperti beronang, bakul, dan tampi beras.

"Inovasi ini bermula saat saya bekerja di Kota Bengkulu dan melihat banyak limbah tali plastik dibuang begitu saja. Saya mencoba mengolahnya menjadi anyaman, dan ternyata respons pasar sangat positif," ujar Ari di Rejang Lebong, Jumat.

Melihat potensi tersebut, Ari memutuskan kembali ke desa kelahirannya pada 2023 untuk memfokuskan usaha kerajinan anyaman berbasis limbah dengan memberdayakan masyarakat lokal.

Saat ini, kapasitas produksi usaha kerajinan tersebut mencapai 500 unit per bulan. Produk dipasarkan dengan harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per unit, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatan.

Pemasaran produk anyaman tali plastik tersebut kini telah menjangkau luar wilayah Bengkulu, seperti Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Keunggulan produk ini terletak pada ketahanannya yang lebih awet serta harga yang lebih terjangkau dibandingkan anyaman berbahan rotan.

Menurut dia, usaha itu telah menyerap 20 tenaga kerja lokal yang merupakan warga Desa Seguring. Sebagian besar perajin memanfaatkan waktu senggang seusai bertani untuk menganyam di rumah guna menambah pendapatan keluarga.

Ke depan, Ari berencana memvariasikan produknya dengan menyasar perlengkapan rumah tangga seperti meja dan kursi anyaman, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus mengedukasi masyarakat terkait pengolahan limbah.

Kepala Desa Seguring Yan HusinΒ mengaku sangat bangga atas kreativitas warganya yang berhasil mengubah limbah plastik menjadi produk kerajinan yang bernilai ekonomis, sehingga menjadi contoh bagi warga lainnya untuk dapat mengembangkan kemampuan serupa.

"Saya sangat bangga atas kreativitas warga kami ini, karena produknya tidak hanya bernilai ekonomi juga mengangkat nama baik Desa Seguring," kata Yan Husin.

Pewarta: Nur Muhamad
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT Β© ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.