Wapres AS Tuduh Israel Berupaya Pengaruhi Warga AS untuk Gagalkan Kesepakatan Akhiri Perang Iran
Jumat, 17 Juli 2026 - 16:00 WIB
VIVA –Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menuduh sejumlah anggota pemerintahan Israel berupaya memengaruhi opini publik AS agar menolak kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan Vance dalam wawancara dengan podcaster AS Joe Rogan yang tayang pada Rabu. Dalam kesempatan itu, Vance menyampaikan kritik yang cukup tajam kepada Israel. Kritik ini menjadi sesuatu yang jarang dilakukan secara terbuka oleh pejabat tinggi AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Vance membela kesepakatan yang dicapai Amerika Serikat dengan Iran bulan lalu untuk mengakhiri perang.
Baca Juga
"Saya tahu tanpa keraguan sedikit pun bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel yang berusaha mengubah arah kebijakan kami karena mereka ingin melanjutkan kampanye militer," kata dia dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat 17 Juli 2026.
Vance sebelumnya juga pernah melontarkan kritik terhadap Israel. Sikap tersebut menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan terbuka antara kedua negara.
Baca Juga
"Ada kampanye pengaruh asing yang secara harfiah didanai untuk menggagalkan kesepakatan yang sedang saya perjuangkan," kata Vance kepada Rogan.
Ia merujuk pada laporan Time Magazine yang diterbitkan pada Senin menyebut seorang mantan manajer kampanye Trump direkrut atas nama Israel untuk menjalankan kampanye digital guna memengaruhi pandangan masyarakat AS mengenai Israel dan perang dengan Iran.
"Anda telah melihat kampanye yang sangat terorganisir dan didanai dengan sangat besar untuk mencoba menggagalkan negosiasi dan menggagalkan kesepakatan tersebut. Ada beberapa pihak dalam sistem mereka yang kami ketahui tanpa keraguan sedang memanipulasi dan berusaha mengubah opini publik Amerika agar perang ini terus berlangsung tanpa batas waktu," tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jurnalis Al Jazeera, Patty Culhane, yang melaporkan dari Washington DC, mengatakan kampanye pengaruh yang dikaitkan dengan Israel tersebut kemungkinan bertujuan untuk memengaruhi basis pendukung Trump dari kelompok MAGA (Make America Great Again), yang kini semakin terpecah dalam melihat kebijakan AS terhadap Israel.
"Itu menjelaskan mengapa Vance tampil di podcast Joe Rogan," kata Culhane. "Rogan adalah salah satu podcaster paling populer di negara ini dan memiliki pengaruh besar terhadap kelompok pria muda yang menjadi bagian penting dari basis MAGA."
Halaman Selanjutnya
Kampanye Pengaruh Disebut Bisa Memengaruhi Keputusan Politik