Wamenkomdigi ingatkan pentingnya ruang aman bagi anak di platform film
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan pentingnya menghadirkan ruang aman bagi anak-anak dalam platform menonton film daring.
"Saya diberi tahu rekan dari Kementerian Ekonomi dan Kreatif bahwa film Indonesia sekarang sedang booming (terkenal) dan hype (tren). Saya kira ini satu momentum bagus bagi kita untuk memperkaya juga konten-konten film nasional aman ditonton oleh keluarga maupun anak," kata Nezar dalam temu media di Jakarta, Sabtu.
Nezar menilai semua pihak memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital menjadi aman bagi anak-anak supaya dapat tumbuh sambil memperkaya kreasi dan karya-karya yang berkualitas. Ruang digital dikatakannya dapat membantu anak-anak maupun para kreator untuk mengembangkan kreativitas dalam memproduksi konten-konten yang sehat, edukatif dan inspiratif.
Baca juga: PP Tunas berjalan seiring dengan upaya menumbuhkan budaya Indonesia
Oleh karena itu, dia meminta seluruh platform menonton film daring untuk mematuhi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang ditujukan untuk menciptakan ruang aman dan nyaman untuk diakses oleh anak-anak.
Para pengelola platform diminta untuk dapat mengatur batas usia anak saat mengakses film-film yang disediakan. Dia juga berharap agar penerapan PP Tunas dalam industri perfilman dapat menjadi contoh untuk negara lain dan menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat jadi lebih luas.
"Dan tentu saja disana konten-konten yang selaras, yang sesuai dengan usia itu bisa diatur berdasarkan teknologi di platform sehingga anak-anak kita mendapatkan konten-konten yang sesuai dengan umurnya," ujar dia.
Di samping itu, Nezar juga menilai bahwa implementasi PP Tunas sejauh ini cukup baik berkat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Saat ini pembatasan usia sudah diterapkan secara intens pada akun-akun diberbagai platform media sosial.
"Kita berharap evaluasi bisa dilakukan secara terus menerus dan terus memperbaiki seluruh platform sesuai dengan PP Tunas," kata Nezar menambahkan.
Baca juga: Psikolog ingatkan dampak buruk dunia digital terhadap emosi anak
Baca juga: Menkomdigi: PP Tunas tak gantikan peran orang tua dan guru
Baca juga: Kemkomdigi sebut Meta tutup 185 ribu akun anak untuk patuhi PP Tunas
Baca juga: Sebanyak 200 platform digital telah lapor penilaian mandiri PP Tunas
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.