Wamenko Pangan perkuat sinergi OPD Kalsel tangani karhutla-kabut asap - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) di Kalimantan Selatan untuk mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang masih dirasakan masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra di Banjarbaru, Minggu, mengatakan Wamenko Hanif memperkuat sinergi lintas OPD tersebut setelah meninjau dan memadamkan titik karhutla di Banjarbaru pada Sabtu (22/8).
Fathimatuzzahra mengatakan setelah peninjauan dan penanganan di lapangan, Wamenko Pangan merespons cepat dengan memimpin rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Aula Rimba Dishut Kalsel di Banjarbaru, yang dihadiri jajaran dan sejumlah instansi terkait.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perkebunan dan Peternakan, BPBD Kalsel, BPBD Kota Banjarbaru, Balai Wilayah Sungai Wilayah III Kalimantan, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup, dan Pusat Pengendalian dan Operasi KLH, dengan penanganan tiga lokasi prioritas ditargetkan berlangsung sekitar dua minggu ke depan.
Fathimatuzzahra mengatakan rapat membahas hasil peninjauan dan evaluasi penanganan karhutla, sekaligus menyatukan langkah lintas sektor agar pengendalian dapat dilakukan secara lebih masif dan serentak pada lokasi yang menjadi penyumbang asap terbesar.
Berdasarkan hasil peninjauan, terdapat tiga lokasi prioritas, yakni Guntung Damar dengan luas prakiraan karhutla sekitar 121,40 hektare, kawasan Hutan Lindung Liang Anggang dan sekitarnya mencapai 167,50 hektare, serta Pengayuan dan Peramuan sekitar 753,40 hektare.
"Penanganan di tiga lokasi tersebut akan diperkuat dengan dukungan pompa, mobil tangki, personel, penyediaan sumber air hingga operasi water bombing (helikopter pengebom air) untuk mempercepat pengendalian karhutla sekaligus menekan dampak kabut asap yang masih dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat koordinasi itu, kebutuhan anggaran keseluruhan untuk penanganan tiga lokasi prioritas tersebut diperkirakan mencapai Rp4,484 miliar, sedangkan pola penanganan secara bergiliran atau parsial membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang sangat besar.
Hasil rapat koordinasi tersebut, kata dia, dilakukan secara masif dan serentak di tiga lokasi prioritas dengan pengerahan personel, peralatan serta dukungan sumber air secara terpadu agar pengendalian karhutla dan penanganan kabut asap dapat dipercepat.
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.