Wamenkes sebut pemerintah pusat siapkan bantuan X-Ray untuk Kepri
Tanjungpinang (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebut pemerintah pusat telah menyiapkan bantuan sepuluh unit X-ray (rontgen) untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) guna mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TBC).
Benjamin mengatakan alat rontgen tersebut akan ditempatkan di puskesmas di masing-masing kabupaten/kota se-Kepri, dengan rencana pendistribusian pada Oktober 2026.
"Bantuan X-ray sudah kita (Kemenkes) salurkan ke 18 provinsi prioritas penanganan TBC di Indonesia, termasuk di Kepri dalam waktu dekat ini," kata Wamenkes Benjamin dalam kunjungan kerjanya di Kota Tanjungpinang, Kepri, Jumat.
Wamenkes menargetkan seluruh puskesmas di Indonesia secara bertahap akan memiliki X-ray, bahkan akan dilengkapi dengan Radiografer yaitu tenaga kesehatan profesional yang berwenang dan ahli dalam mengoperasikan alat pencitraan medis untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh manusia.
"Kemenkes akan menempatkan Radiografer di puskesmas, karena percuma kalau ada X-Ray, tapi tak ada yang mengoperasikannya," ujarnya.
Baca juga: Wamenkes: 95 persen kasus TBC di Kepri berhasil diobati
Selain bantuan peralatan rontgen, lanjut dia, Kemenkes juga akan menambah insentif untuk kader TBC, termasuk menyediakan anggaran bagi tenaga kesehatan yang melaksanakan layanan integrasi cek kesehatan gratis (CKG) dengan skrining TBC di wilayah Kepri, yang 98 persennya adalah lautan dengan gugusan pulau-pulau.
Ia menegaskan penanganan TBC di Kepri memerlukan sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan terkait serta memerlukan biaya yang mahal sebagai daerah kepulauan.
"Makanya, kita libatkan camat, lurah, kepala desa serta kader untuk meningkatkan temuan atau deteksi TBC di Kepri. Semuanya memang butuh biaya, Kemenkes siap dukung," ucap dia.
Benjamin melanjutkan Kepri menjadi salah satu provinsi yang menemukan kasus TBC paling rendah secara nasional. Dari total 13.000 ribu kasus TBC di Kepri, baru 7.000 kasus yang berhasil ditemukan, sisanya masih terus dicari.
Meksi demikian, ia mengapresiasi dari temuan penyakit TBC di Kepri, 95 persen berhasil diobati sampai sembuh, termasuk tertinggi secara nasional.
"Perkara mengobati Kepri sudah hebat, kita akui itu. Persoalannya tingkat temuan kasus TBC masih rendah. Inilah yang harus kita kejar, temukan orang sakit TBC lalu diobati sampai sembuh," ungkap Wamenkes.
Ia menambahkan kasus TBC jadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mengingat Indonesia menduduki peringkat dua tertinggi dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.
Baca juga: Pemerintah percepat penanganan TBC setelah temuan 241.000 kasus
Baca juga: Wamenkes: Penanganan kasus TBC indikator majunya sebuah negara
Pewarta: Ogen
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.