Wali Kota Kupang: Keberagaman jadi kekuatan membangun Kota Kasih

Wali Kota Kupang: Keberagaman jadi kekuatan membangun Kota Kasih

Wali Kota Kupang: Keberagaman jadi kekuatan membangun Kota Kasih Jumat, 17 Juli 2026 15:06 WIB Wali Kota Kupang Christian Widodo berfoto bersama tokoh agama, jajaran pemerintah, dan umat Buddha da...

Wali Kota Kupang: Keberagaman jadi kekuatan membangun Kota Kasih

Jumat, 17 Juli 2026 15:06 WIB

Image Print

Wali Kota Kupang Christian Widodo berfoto bersama tokoh agama, jajaran pemerintah, dan umat Buddha dalam Perayaan Sannipata Waisak Tingkat Kota Kupang di Kupang, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-Pemkot Kupang

Kupang, NTT (ANTARA) - Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan keberagaman menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

"Persatuan bukan berarti menjadi sama, tetapi mampu berjalan bersama dalam perbedaan. Keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita untuk membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama," kata Christian Widodo pada Perayaan Sannipata Waisak 2570 BE, di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Christian juga menilai berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan dalam rangkaian Waisak, seperti donor darah, bakti sosial, dan aksi peduli lingkungan, menunjukkan nilai-nilai agama diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

"Nilai agama harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Donor darah, bakti sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan ajaran agama yang membawa manfaat bagi sesama," ujarnya.

Ia juga mengatakan memperoleh pelajaran tentang pentingnya pengendalian diri dari percakapannya dengan Bhante Jagaro Mahathera sebelum kegiatan berlangsung.

"Menunda kesenangan bukan berarti menolak kebahagiaan, tetapi melatih diri agar tidak dikendalikan oleh keinginan. Nilai sederhana ini mengandung makna yang sangat mendalam dan layak menjadi inspirasi bagi kita semua," katanya.

Sementara itu, Ketua Permabudhi Provinsi Nusa Tenggara Timur Indra Effendy mengatakan perayaan Trisuci Waisak menjadi momentum untuk menghayati nilai cinta kasih dan kasih sayang universal sebagaimana tema Waisak tahun ini, "Dharma Menjaga Kedamaian Dunia."

Menurut dia, nilai-nilai Dharma perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, pengendalian diri, dan semangat menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menambahkan rangkaian peringatan Waisak di Kota Kupang diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, seperti pendalaman Dharma, bakti sosial, donor darah, aksi peduli lingkungan, serta kunjungan ke panti sosial sebagai bentuk kontribusi umat Buddha bagi masyarakat.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.