Wagub Jateng minta pemerataan energi terbarukan
Wagub Jateng minta pemerataan energi terbarukan
Rabu, 12 Agustus 2026 21:39 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta pemerataan dalam pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di wilayahnya untuk memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami butuh energi terbarukan itu benar-benar bisa merata di Jawa Tengah. Kita butuh ekosistem di Jawa Tengah tumbuh tapi tidak merusak lingkungan,” katanya, di Semarang, Rabu.
Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertema "Penguatan Ketahanan Energi Nasional: Menjawab Tantangan Saat Ini dan Masa Depan".
Menurut dia, pengembangan energi terbarukan perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi dan industri di Jateng, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menekankan pembahasan energi terbarukan tidak cukup hanya melihat ketersediaan sumber energi.
Ia mengatakan pengembangannya juga harus mempertimbangkan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan industri maupun sumber energi.
Diakuinya, Jateng saat ini menjadi salah satu daerah yang menarik bagi investor, dibuktikan dengan adanya sejumlah perusahaan datang untuk mengembangkan usaha dan industri.
Karena itu, kata dia, pertumbuhan investasi dan industri perlu diarahkan agar tetap menciptakan aktivitas ekonomi tanpa mengorbankan lingkungan.
Sejalan dengan itu, bauran energi terbarukan Jawa Tengah pada 2025 tercatat mencapai 22,33 persen, melampaui target dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jateng sebesar 21,32 persen.
Capaian tersebut menjadi modal bagi Pemprov Jateng untuk memperluas pemanfaatan EBT, apalagi Jateng memiliki sejumlah potensi EBT, antara lain energi surya, panas bumi, hidro, biomassa, dan biogas.
Pengembangan EBT juga diarahkan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat, antara lain memfasilitasi pengembangan PLTS, PLTS terapung, panas bumi, PLTM/PLTMH, serta energi berbasis limbah dan biomassa di sektor industri maupun pedesaan.
Pemanfaatan energi lokal juga dikembangkan melalui Desa Mandiri Energi, pompa air tenaga surya untuk irigasi, biogas dari limbah peternakan dan industri kecil, serta Eco Pesantren berbasis PLTS dan biogas.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti tantangan ketahanan energi Indonesia yang memiliki sumber energi fosil maupun energi terbarukan melimpah, tetapi masih menghadapi ketergantungan terhadap impor energi.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mempercepat pemanfaatan sumber energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri, mulai dari energi surya, angin, air, hingga panas bumi.
Ia menilai pengembangan EBT dapat menjadi salah satu jalan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kalau kita kembangkan sumber-sumber energi terbarukan yang ada di seluruh Indonesia, rasanya kita enggak perlu impor lagi. Rasanya ketahanan energi kita bisa kita kuatkan," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.