Wabup Buleleng ke mahasiswa: KKN bukan hanya tuntutan kurikulum - ANTARA News Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Wakil Bupati Buleleng Bali Gede Supriatna mengharapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa dan penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
“KKN bukan hanya tuntutan kurikulum, tetapi menjadi proses transfer pengetahuan agar ilmu yang dimiliki mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi desa dan masyarakat,” kata Gede Supriatna saat membuka pembekalan KKN IAHN Mpu Kuturan di Kampus Menjangan Banyuning, Senin.
Ia mengatakan KKN merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari di perguruan tinggi dalam kehidupan masyarakat.
Menurut Supriatna, pelaksanaan KKN tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik. Mahasiswa harus mampu mengenali kebutuhan masyarakat dan merancang kegiatan yang relevan dengan kondisi desa tempat pengabdian.
“Mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menangani persoalan nyata di masyarakat, terutama di desa-desa yang menjadi lokasi KKN di Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Banjar,” ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah desa berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan KKN serta memanfaatkan keberadaan mahasiswa untuk memperkuat berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai penting agar program yang dilaksanakan tepat sasaran serta dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Supriatna menambahkan pelaksanaan KKN melalui pemuliaan Kerti Bali diharapkan mempercepat penguatan nilai-nilai sosial, budaya, lingkungan, dan spiritual dalam pembangunan desa di kabupaten ujung utara Pulau Dewata tersebut.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, kata dia, menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Singaraja Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag. mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari KKN Nusantara sekaligus upaya mendukung program Pemerintah Provinsi Bali. “Program ini menjadi bagian dari KKN Nusantara yang diarahkan untuk mendukung program pemerintah daerah dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan pelaksanaan KKN tersebut juga menjadi bagian dari upaya menerjemahkan Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia melalui program yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa.
Miarta Putra mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap pelaksanaan KKN, khususnya di wilayah Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Banjar.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah dan desa sangat penting agar program mahasiswa dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan Buleleng.
Ia meminta mahasiswa tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi mampu menerapkan ilmu pengetahuan, membangun komunikasi, dan menghasilkan program yang memberikan perubahan positif.
“Ilmu yang telah diperoleh harus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. KKN bukan sekadar hadir, tetapi harus mampu memberi dampak,” tegasnya.
Miarta Putra juga mengingatkan mahasiswa agar memasuki lingkungan masyarakat dengan kerendahan hati, menghormati nilai dan kebiasaan setempat, serta menjaga nama baik perguruan tinggi.
Pelaksanaan KKN tersebut diharapkan sejalan dengan visi dan misi IAHN Mpu Kuturan dalam mengimplementasikan nilai Tri Kaya Parisudha melalui pikiran, perkataan, dan tindakan yang baik selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.