Viral! Ayah 12 Tahun Jualan Tisu Depan Resto Demi Menanti Anaknya Pulang
Jakarta -
Kisah haru seorang ayah yang setia berjualan tisu selama 12 tahun di depan restoran menarik perhatian. Ia melakukannya demi menanti kepulangan sang anak setelah lama terpisah.
Kasih sayang seorang ayah tak pernah pudar oleh waktu maupun jarak. Sebuah kisah menyentuh hati datang dari seorang lansia berusia sekitar 60 tahun yang sehari-hari menjual tisu di depan sebuah tempat makan.
Di balik usahanya menawarkan tisu seharga RM 2 atau (sekitar Rp8.700), tersimpan kerinduan mendalam seorang ayah yang telah belasan tahun terpisah dari anak kandungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari mStar (21/9), kisah memilukan ini viral setelah dibagikan oleh seorang warganet di media sosial yang tak sengaja bertemu dengan pria lanjut usia tersebut.
Warganet menceritakan bagaimana ia kerap melihat lansia itu menawarkan tisu kepada setiap pengunjung tempat makan yang keluar-masuk, meski tak jarang tawarannya ditolak atau diabaikan begitu saja.
Pertemuan yang penuh haru terjadi pada suatu malam ketika tempat makan tersebut hampir tutup. Warganet yang mengunggah cerita ini melihat pria tersebut masih berdiri di lokasi yang sama dengan tersisa empat bungkus tisu di dalam keranjang.
Merasa iba, ia memberikan uang RM 10 atau (sekitar Rp43.000) dan meminta lansia itu menyimpannya tanpa kembalian.
Namun, pria jujur itu menolak dan tetap memberikan kembalian RM 2, sambil jemarinya bergetar saat memasukkan uang ke dalam saku.
Rasa penasaran mendorong warganet tersebut bertanya mengenai keberadaan anak-anaknya. Lansia itu lantas mengeluarkan ponsel lamanya dan memperlihatkan foto seorang pemuda berbusana wisuda.
Ternyata, cerita di baliknya sungguh menyayat hati. Ayah tersebut mengaku sudah hampir 12 tahun tidak bertemu maupun bertegur sapa dengan anaknya setelah berselisih paham hingga sang anak pergi meninggalkan rumah.
Saat ditanya alasan memilih berjualan di lokasi tersebut, lansia itu menunjuk ke arah tempat makan di belakangnya.
Restoran tersebut rupanya merupakan tempat makan favorit sang anak sewaktu dulu.
"Bukannya tidak ada tempat lain untuk menjualnya, tetapi jika suatu hari nanti anak Paman datang ke sini, Paman akan melihat bahwa Paman masih ada di sana," ungkapnya penuh harapan.
Pria tua itu juga menitipkan pesan mendalam bagi siapa saja yang masih memiliki orang tua agar tidak membiarkan perselisihan merenggangkan ikatan keluarga.
"Paman itu berpesan kalau orang tua masih ada, seberapa pun buruknya pertengkaran itu, pulanglah saja," kata warganet tersebut.
Kisah kesetiaan dan ketulusan hati sang ayah ini menjadi pengingat banyak orang bahwa kasih sayang orang tua tidak pernah padam walau terhalang waktu dan jarak.
(adr/adr)