Verifikator EHC Jatim nilai Mojokerto layak jadi percontohan kesehatan - ANTARA News Jawa Timur

Verifikator EHC Jatim nilai Mojokerto layak jadi percontohan kesehatan - ANTARA News Jawa Timur

Mojokerto (ANTARA) - Tim Verifikator Environmental Health Competition (EHC) 2026 Provinsi Jawa Timur menilai Kota Mojokerto layak jadi percontohan kesehatan, karena memiliki pembangunan kesehatan lingkungan yang kuat, termasuk koordinasi serta sinergitas hingga tingkat kelurahan.

Ketua Tim Penilai EHC 2026 yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Sulvy Dwi Anggraeni mengatakan, Kota Mojokerto menjadi salah satu dari tiga kabupaten/kota yang lolos kategori lingkungan karakter sehat.

"Sebanyak 27 kabupaten atau kota yang dinyatakan lolos penilaian Kota Sehat tingkat Provinsi Jawa Timur berhak mengikuti EHC 2026 yang terbagi dalam tiga kategori, yakni sanitasi total berbasis masyarakat-sanitarian inspiratif gerakan aktif perubahan, lingkungan karakter sehat, dan Puskesmas pelopor kesehatan lingkungan plus," kata Sulvy dalam keterangannya di Mojokerto, Rabu.

Menurut Sulvy, salah satu hal yang menonjol dari Kota Mojokerto adalah kolaborasi dan sinergisitas yang berjalan baik, mulai dari pemerintah kota, kecamatan hingga tingkat kelurahan.

Selain itu, tambah dia, keterlibatan masyarakat juga dinilai menunjukkan kegiatan kesehatan lingkungan telah diarahkan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar persiapan menghadapi perlombaan.

"Kolaborasi, sinergisitas antara pemerintah kota, kecamatan sampai tingkat kelurahan itu benar-benar guyub. Semoga tidak hanya karena lomba, tetapi memang benar-benar saat melakukan kegiatan seperti ini," tutur Sulvy.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya pemerintah kota karena forum kota sehat, PKK, jajaran kecamatan dan kelurahan hingga masyarakat di tingkat RT dan RW memiliki peran dalam menjaga kesehatan lingkungan.

"Ini bukan kinerja jajaran kami saja, tetapi ada sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Forum Kota Sehat punya perannya, PKK punya perannya, masyarakat di lingkungan RT dan RW juga punya perannya," ucapnya.

Ia mengatakan Pemkot Mojokerto terus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui program Budaya RT Berseri atau Budaya Rumah Tangga Bersih, Sehat, dan Asri. Salah satu fokusnya adalah pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

"Kesadaran itulah yang paling penting. Kami ingin masyarakat benar-benar memiliki budaya atau perilaku yang berubah, mengarah kepada kesadaran untuk menjaga lingkungan," ucapnya.

Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.