Ulos Masuk Panggung IFW 2026, Riki Damanik Bidik Pasar Fesyen Nasional

Ulos Masuk Panggung IFW 2026, Riki Damanik Bidik Pasar Fesyen Nasional

Home / News / Daerah Rabu, 22 Juli 2026, 21:00 WIB Warta Ekonomi, Medan - Desainer fesyen asal Sumat...

Rabu, 22 Juli 2026, 21:00 WIB

Warta Ekonomi, Medan -

Desainer fesyen asal Sumatera Utara, Riki Damanik, akan menampilkan 12 koleksi busana berbahan dasar ulos dalam ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) pada 30 Juli mendatang. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari promosi wastra Sumatera Utara sekaligus mendukung Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026.

Keikutsertaan Riki di IFW 2026 menjadi upaya memperluas eksposur ulos sebagai produk fesyen bernilai tambah, seiring meningkatnya perhatian terhadap pengembangan industri kreatif berbasis budaya dan pemberdayaan pelaku wastra daerah.

Dalam koleksi yang akan ditampilkan, Riki mengolah kain ulos menjadi busana bergaya kontemporer tanpa menghilangkan karakter dan nilai budaya yang melekat pada kain tradisional tersebut.

Sebagai bagian dari persiapan menuju IFW 2026, Riki bersama tim juga telah menggelar sesi pemotretan dan produksi video kampanye yang melibatkan Wali Kota Medan, Airin Arif. Materi promosi tersebut disiapkan untuk memperkenalkan koleksi ulos kepada pasar yang lebih luas selama penyelenggaraan pekan mode nasional tersebut.

Riki mulai menekuni dunia fesyen sekitar 2020–2021 dengan mendirikan studio desainnya. Ketertarikannya terhadap kain ulos mendorongnya bereksperimen mengembangkan berbagai desain yang memadukan unsur tradisional dengan siluet modern.

Pada tahap awal, ia merancang sendiri konsep busana, menjahit, hingga memotret hasil karyanya untuk dipublikasikan melalui media sosial. Konsistensi tersebut kemudian menarik perhatian berbagai kalangan dan membuka peluang kolaborasi dalam sejumlah kegiatan Pemerintah Kota Medan.

Kariernya semakin berkembang setelah mendapat kesempatan tampil dalam Jakarta Fashion Week 2023. Sebelumnya, Riki juga telah terlibat dalam berbagai program pengembangan wastra yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sejak 2019, ia dipercaya mengembangkan berbagai koleksi berbasis kain tradisional hasil kolaborasi dengan sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Salah satunya melalui pengembangan busana berbahan songket Melayu sebagai produk unggulan Kabupaten Deli Serdang.

Pengalaman tersebut memperkuat pendekatan desain Riki dalam mengolah kain tradisional menjadi produk fesyen yang lebih relevan dengan tren pasar tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

Melalui keikutsertaannya di IFW 2026, Riki berharap ulos semakin dikenal sebagai wastra yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu bersaing di industri fesyen nasional. Menurutnya, pengembangan desain menjadi salah satu cara meningkatkan daya saing kain tradisional di tengah berkembangnya industri fesyen berbasis budaya.

Momentum IFW juga dinilai menjadi ruang promosi bagi pelaku fesyen daerah untuk memperluas jaringan pasar, memperkenalkan produk kepada calon pembeli, serta mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis wastra Nusantara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Khairunnisak Lubis
Editor: Annisa Nurfitri