Transaksi Kripto Capai Rp171 Triliun, Literasi dan Perlindungan Konsumen Jadi Tantangan |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pertumbuhan aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia terus meningkat. Di tengah meluasnya partisipasi masyarakat, penguatan literasi, keamanan, tata kelola, dan perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga perkembangan ekosistem aset kripto.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi perdagangan aset kripto mencapai Rp171,12 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, jumlah akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya keterlibatan masyarakat dalam ekosistem aset kripto. Namun, peningkatan jumlah pengguna dan nilai transaksi juga menuntut pemahaman yang memadai mengenai karakteristik serta risiko aset digital.
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan perkembangan industri aset kripto perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat dan kualitas layanan.
“Pertumbuhan industri kripto perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi dan kualitas layanan. Karena itu, kami ingin terus menghadirkan platform yang semakin mudah diakses, aman, transparan, dan mendukung masyarakat untuk memahami aset kripto secara lebih bijak,” ujar Aloysia dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Menurut Aloysia, edukasi menjadi salah satu bagian yang dikembangkan perusahaan melalui Indodax Academy. Program tersebut mencakup materi pembelajaran, kelas, dan konten digital, serta kolaborasi dengan komunitas dan institusi.
Materi yang diberikan diarahkan untuk membantu masyarakat memahami aset kripto dan teknologi blockchain. Edukasi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pengguna sebelum melakukan aktivitas di ekosistem aset digital.
Di tengah penguatan edukasi tersebut, PT Indodax Nasional Indonesia meraih Disway Awards 2026 – Trusted & Popular Brand 2026 untuk kategori Crypto Exchange.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan riset dan survei publik yang diselenggarakan Disway National Network bersama Infovesta Utama. Indodax menyebut jumlah penggunanya telah mencapai lebih dari 10 juta member.
Aloysia mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk mempertahankan kualitas layanan sekaligus memperkuat aspek keamanan, inovasi, dan edukasi.
“Penghargaan ini menjadi hal yang berarti bagi kami karena datang dari penilaian publik. Kepercayaan bukan hanya tentang seberapa luas sebuah brand dikenal, tetapi juga bagaimana kami terus menjaga kualitas layanan, keamanan, serta menghadirkan edukasi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Founder Disway Dahlan Iskan mengatakan integritas menjadi salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan Disway Awards 2026. Menurut dia, penghargaan tersebut diberikan dengan mengacu pada hasil riset dan aspirasi publik.
“Kami tidak ingin ajang ini jadi sekadar seremoni biasa. Namun, harus berfokus pada hasil riset objektif dan aspirasi publik,” kata Dahlan.
Riset Disway Awards 2026 dilakukan bersama Infovesta Utama dengan melibatkan 20 ribu responden berusia 17 hingga 60 tahun yang tersebar di 20 kota besar di Indonesia.
Metode yang digunakan adalah multistage area random sampling. Salah satu parameter penilaian ialah top of mind awareness, yakni merek yang pertama kali muncul dalam benak responden ketika kategori produk atau sektor tertentu disebutkan.
Berdasarkan metodologi yang dipublikasikan penyelenggara, merek penerima penghargaan memperoleh tingkat keterpilihan publik di atas 70 persen pada masing-masing kategori.
Selain penghargaan tersebut, Indodax juga mencatat sejumlah apresiasi sepanjang 2026. Pada April, perusahaan meraih dua penghargaan dalam Most Trusted Financial Brand Awards 2026 yang diselenggarakan InvestorTrust untuk kategori Platform Pedagang Kripto dan Produk Digital Asset Custodians.
Pada Juni, Indodax memperoleh dua penghargaan dalam Anugerah Ksatria CFX 2026, yakni Arjuna Awards – Komitmen Literasi & Edukasi serta Bima Awards – Pencapaian Tertinggi dalam Menumbuhkan Pasar Aset Kripto.
Aloysia mengatakan berbagai apresiasi tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan kebutuhan pengguna dan industri.
“Kami berharap apresiasi dan kepercayaan ini dapat terus berlanjut. Ke depan, kami akan terus memperkuat edukasi, inovasi, keamanan, dan tata kelola agar dapat memberikan layanan yang relevan bagi perkembangan ekosistem kripto nasional,” ujar dia.