TNI AL dinilai harus siapkan kru khusus untuk kapal selam Scorpene
TNI AL dinilai harus siapkan kru khusus untuk kapal selam Scorpene
Minggu, 23 Agustus 2026 16:57 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali (ketiga dari kanan) saat seremoni "first steel cutting" dimulainya pembangunan membangun kapal selam Scorpene oleh PT PAL Indonesia di Surabaya, Jatim, Jumat (7/8/2026). ANTARA/Willi Irawan
Jakarta (ANTARA) - Mantan Asisten Perencanaan dan Pertahanan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Asrenal KSAL) Laksamana Madya TNI (Purn) Iwan Isnurwanto menilai TNI AL harus menyiapkan calon awak khusus untuk kapal selam Scorpene yang saat ini sedang dibangun di PT. PAL Indonesia.
Hal tersebut harus dilakukan Scorpene merupakan kapal selam dengan karakteristik dan teknologi yang berbeda dengan empat kapal selam lain yang dimiliki Indonesia.
"Untuk personel pengawak Scorpene kemampuannya berbeda dengan kapal selam TNI AL lain yakni Nagapasa Class dan Cakra Class. Salah satunya karena ada teknologi Lithium-Ion Battery di kapal selam Scorpene sehingga kemampuannya harus disiapkan," kata Eks Asrena KSAL Iwan Isnurwanto saat ditemui di Jakarta Selatan, Minggu.
Pemanfaatan teknologi Lithium-Ion Battery akan membuat kapal selam Scorpene memiliki keunggulan dibanding kapal selam lain.
Salah satunya yakni daya tahan bawah air yang cukup lama yakni bisa 7-10 hari dengan kapasitas energi tiga kali lipat lebih besar dengan Nagapasa Class dan Cakra Class.
Selain itu, penggunaan baterai jenis ini membuat kapal selam mengisi daya dengan waktu lebih singkat yakni dua sampai tiga jam.
Tenaga yang dikeluarkan baterai ini pun bisa membuat kapal selam bergerak dengan kecepatan konstan walaupun kekuatan baterai tinggal 20 persen.
Iwan menjelaskan, keunggulan-keunggulan itu datang dari mesin dan baterai yang tidak pernah ada di kapal selam milik TNI AL.
Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya pendidikan kru calon awak kapal Scorpene agar pengoperasian kapal bisa dilakukan secara maksimal.
"Berarti harus mengambil calon kru dari personel yang ada di (kapal selam) Nagapasa Class atau di Cakra Class, sehingga mereka disekolahkan agar mengoperasikan Scorpene Class," ujarnya.
Pria yang pernah menjadi komandan kapal selam KRI Cakra-401 dan kru inti kapal selam KRI Nanggala-402 ini menjelaskan bahwa para calon kru itu harus mempelajari berbagai macam teknis operasional kapal hingga langkah penanganan kedaruratan.
Tidak hanya latihan teknis saja, para kru juga harus menjalani latihan praktik agar lebih mendalami teknik pengoperasian kapal selam tersebut.
"Karena dibangunnya di PT PAL, latihannya di mana? On site training-nya di sini yakni PT PAL atau di Prancis selaku asal perusahaan yang memproduksi Scorpene)," ujar Iwan.
Dia berharap ragam kesiapan di bidang sumber daya manusia (SDM) itu dilakukan dengan matang oleh TNI AL demi memaksimalkan pengoperasian kapal selam Scorpene dalam menjaga laut Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyiapkan satgas khusus untuk dilatih agar dapat mengoperasikan kapal selam buatan Prancis, Scorpene.
"Untuk Scorpene ini kita sudah menyiapkan satgasnya, tapi memang belum kita terbitkan surat perintahnya, orang-orangnya sudah kita siapkan," kata Ali saat ditemui di Kesatriaan Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (24/7).
Tidak hanya mempersiapkan personel untuk mengawaki Scorpene, Ali mengatakan pihaknya juga mempersiapkan ragam kebutuhan yang diperlukan PT PAL selaku pihak yang akan ikut merakit Scorpene.
Salah satunya penunjukan kepala proyek dari TNI AL yang ditugaskan di PT PAL untuk membangun Scorpene.
"PT PAL juga sudah kita bangun, nanti itu fasilitas untuk mengangkat kapal selam dari darat ke laut maupun dari laut ke darat, itu sedang kita siapkan," kata Ali.
Ali menjelaskan kapal tersebut dirakit oleh PT PAL dan Naval Group (Perancis) di Surabaya. Proses pembuatannya juga memakan waktu cukup lama, yakni delapan tahun.
Karenanya, Ali berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan PT PAL sudah maksimal demi memperlancar proses pembangunan Scorpene.
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026