Tiru Inggris, Kompetisi Sepakbola Kasta Kedua Kini Dikelola Operator Terpisah

Tiru Inggris, Kompetisi Sepakbola Kasta Kedua Kini Dikelola Operator Terpisah

Zainal Hasan

| 24 Agustus 2026, 23:12 WIB

Tiru Inggris, Kompetisi Sepakbola Kasta Kedua Kini Dikelola Operator Terpisah

Pesepakbola Garudayaksa FC berselebrasi usai mengalahkan PSS Sleman pada final Championship League 2025-2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (9/5/2026). ANTARA FOTO/ Andreas Fitri Atmoko.

AKURAT.CO, Perubahan besar terjadi dalam tata kelola kompetisi sepakbola profesional Indonesia pada musim 2026-2027.

Kompetisi kasta teratas Super League dan kasta kedua Championship kini tidak lagi berada di bawah satu operator yang sama.

PT Liga Indonesia Baru yang kini dikenal sebagai I.League mengambil langkah baru dengan membentuk PT Liga Utama Indonesia (LUI).

Anak perusahaan tersebut secara khusus ditugaskan untuk mengelola kompetisi Championship.

PT LUI resmi diperkenalkan pada Senin (24/8/2026). Pada hari yang sama, perusahaan tersebut juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan klub-klub peserta Championship.

Struktur kepemilikan PT LUI turut dibuat berbeda. Sebanyak 50 persen saham dimiliki I.League sedangkan 50 persen lainnya menjadi milik 20 klub yang berkompetisi di Championship.

General Manager I.League, Budiman Dalimunthe, mengatakan pemisahan tersebut merupakan bagian dari proses menuju tata kelola kompetisi yang lebih mandiri.

"Selama ini semuanya masih berinduk pada satu PT, yakni PT Liga Indonesia Baru. Dengan adanya PT Liga Utama Indonesia, secara perlahan tetapi pasti, entitas bisnisnya akan menjadi lebih mandiri dan terpisah," kata Budiman.

https://www.akurat.co/bola/884772/psis-vs-psps-laga-pembuka-championship-2026-202-kompetisi-kasta-kedua-segera-bergulir

Menurut Budiman, pemisahan operator juga akan membuat pembagian tugas dalam pengelolaan kompetisi menjadi lebih jelas. Setiap entitas nantinya dapat memiliki struktur serta tanggung jawab yang lebih spesifik.

Langkah tersebut membuat Indonesia mulai menerapkan pola yang sebelumnya telah berjalan di Inggris.

Di negara tersebut, kompetisi kasta teratas Premier League memiliki operator sendiri. Sedangkan tiga kasta berikutnya dikelola oleh English Football League (EFL).

Namun, terdapat perbedaan dalam penerapannya. PT LUI saat ini baru menangani Championship sebagai kompetisi kasta kedua.

Sementara EFL mengelola tiga kompetisi sekaligus, yakni Championship, League One, dan League Two.

Pemisahan operator tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepakbola Indonesia yang lebih kuat.

Dengan pengelolaan yang lebih tersegmentasi, kompetisi diharapkan mampu berkembang secara bisnis sekaligus memperluas ruang bagi pemain untuk mendapatkan menit bermain.

Di sisi lain, posisi Liga Nusantara sebagai kompetisi kasta ketiga dalam struktur baru tersebut belum dijelaskan secara rinci.

Kejelasan mengenai tata kelola kompetisi di bawah Championship menjadi salah satu hal yang masih menunggu perkembangan berikutnya.