Tim Para Atletik Indonesia Borong 16 Medali di Meksiko, Cetak Rekor Dunia Jelang Asian Para Games 2026
Selasa, 28 Juli 2026 - 23:00 WIB
VIVA – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Tanah Air. Tim para atletik Indonesia menunjukkan performa luar biasa saat tampil di ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tlaxcala, Meksiko.
Baca Juga
Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang 16 medali, dengan rincian 15 medali emas dan satu medali perak. Torehan tersebut membuat Indonesia finis sebagai runner up klasemen akhir perolehan medali dalam kejuaraan level dua kalender World Para Athletics tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Indonesia hanya berada di bawah tuan rumah Meksiko yang tampil dengan kekuatan besar. Negara penyelenggara mengoleksi total 99 medali emas, 101 medali perak, dan 81 medali perunggu dari ratusan atlet yang diturunkan.
Baca Juga
Salah satu bintang Indonesia dalam ajang ini adalah Nanda Mei Sholihah. Atlet yang berlaga di klasifikasi T47 itu tampil impresif dengan menyumbangkan tiga medali emas, masing-masing dari nomor individu serta nomor estafet.
Selain Nanda, dua atlet lainnya yakni Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim juga berhasil mempersembahkan dua medali emas melalui nomor individu.
Baca Juga
Sementara itu, emas tambahan bagi Indonesia datang dari sejumlah atlet seperti Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa, dan Suparni Yati.
Adapun satu-satunya medali perak Indonesia diraih oleh Jaenal Aripin, yang turut melengkapi keberhasilan skuad Merah Putih di ajang yang diikuti atlet dari 26 negara tersebut.
Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, mengaku puas dengan hasil yang diraih para atlet. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang mulai menunjukkan hasil positif.
"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," kata Setyo Budi Hartanto dalam keterangan yang dikutip NPC Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memperbesar koleksi medali, penampilan di Meksiko juga menjadi kesempatan penting bagi para atlet Indonesia untuk mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Ajang tersebut sekaligus menjadi persiapan terakhir sebelum para atlet Merah Putih tampil di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Halaman Selanjutnya
Setyo Budi menilai waktu pelaksanaan World Para Athletics Grand Prix 2026 sangat ideal karena masih tersedia waktu sekitar tiga bulan untuk meningkatkan performa atlet sebelum berlaga di pesta olahraga disabilitas terbesar Asia tersebut.