Tiba di Riau, Prabowo Langsung Gelar Rapat Penanganan Karhutla
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto langsung menggelar rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Posko Aju, Riau, Senin (24/8), usai tiba di Pekanbaru.
Berdasarkan siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo duduk di bagian tengah memimpin rapat.
Turut hadir Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- Bupati Kalbar Minta Perusahaan Ikut Bantu Atasi Karhutla
- 8 Ribuan Prajurit dan 27 Alutsista Dikerahkan TNI ke Lokasi Gempa NTT
- Prabowo Terjun ke Sumatra Ingin Lihat Api Karhutla Benar-benar Padam
Pada hari ini, Prabowo bertolak menuju Pekanbaru, Riau meninjau penanganan karhutla. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo ingin memastikan langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.
"Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, Senin (24/8).
Teddy mengatakan kunjungan ini merupakan komitmen pemerintah memastikan penanganan karhutla berjalan hingga tuntas sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.
Ia menyebut perhatian Prabowo tidak berhenti pada upaya pemadaman. Prabowo juga menekankan pentingnya kordinasi antara pejabat lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur, Pangdam dan Kapolda dalam mencegah kebakaran berulang.
"Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api," ujarnya.
Teddy menekankan sistem pencegahan harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Ia menegaskan pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul.
(mnf/har)