Tari Sanghyang Bali & Ondel-ondel Betawi Juara di Festival Budaya Wales
Jakarta -
Kebudayaan Indonesia kembali bikin bangga dan berbicara banyak di panggung dunia. Kali ini, prestasi luar biasa berhasil diraih oleh delegasi Yayasan Kiny Cultura Indonesia yang tampil memukau di ajang Llangollen International Musical Eisteddfod 2026 di Wales, Inggris.
Tidak tanggung-tanggung, delegasi Indonesia berhasil membawa pulang dua piala sekaligus dari festival budaya berskala internasional yang berafiliasi dengan UNESCO tersebut.
Dalam kategori Folk Dance Competition, tim Indonesia berhasil menyabet gelar Juara 1 lewat penampilan magis Tari Sanghyang khas Bali. Penampilan memukau ini sukses menyisihkan 17 grup pesaing berat dari 14 negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak mau kalah, delegasi cilik Indonesia yang berlaga di kategori Children's Folk Dance Group juga tampil menggemaskan sekaligus energik lewat Tari Ondel-ondel Betawi. Penampilan mereka berhasil mengantarkan Indonesia meraih Juara 3 setelah bersaing ketat dengan 10 grup dari 8 negara.
"Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa kekayaan budaya Indonesia, dari Sanghyang Bali hingga Ondel-ondel Betawi, mampu berbicara dan bersaing di panggung dunia. Ini bukan sekadar piala, tapi pengakuan atas kerja keras anak-anak kita," ujar CEO sekaligus Direktur Pendidikan dan Budaya Yayasan Kiny Cultura Indonesia, Kiki Puspita Sari.
Keberhasilan luar biasa ini tentu tak lepas dari dukungan penuh pemerintah. Sebelum bertolak ke Wales, para delegasi muda ini sempat dilepas secara langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon sebagai bentuk apresiasi dan amunisi semangat untuk diplomasi budaya Indonesia.
Kerja sama antara Kiny Cultura Indonesia dengan Llangollen International Musical Eisteddfod sendiri bukanlah hal baru. Sejak 2013, lembaga yang juga menjadi perwakilan resmi Conseil International de la Danse (CID) UNESCO ini telah memberangkatkan 10 grup delegasi, mulai dari tim tari, paduan suara, hingga ensambel musik, untuk mengharumkan nama bangsa.
Festival yang digelar sejak tahun 1947 ini dikenal sebagai salah satu ajang musik dan tari tertua serta paling bergengsi di dunia. Kemenangan ini membuktikan bahwa pesona tradisi Nusantara tak pernah gagal memikat hati publik internasional.
(mau/pus)