Tanjung Verde Sadarkan Spanyol Betapa Sulitnya Piala Dunia

Tanjung Verde Sadarkan Spanyol Betapa Sulitnya Piala Dunia

Jakarta - Timnas Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia dengan rekor tak terkalahkan dan sedikit kebobolan. Hanya Tanjung Verde lawan yang tak bisa ditaklukkan Tim Matador.Spanyol berhasil meraih bintang keduanya...

Jakarta -

Timnas Spanyol merengkuh trofi Piala Dunia dengan rekor tak terkalahkan dan sedikit kebobolan. Hanya Tanjung Verde lawan yang tak bisa ditaklukkan Tim Matador.

Spanyol berhasil meraih bintang keduanya di Piala Dunia. Marc Cucurella cs jadi kampiun setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada final di New York New Jersey Stadium.

Rekor tak terkalahkan diraih Spanyol sepanjang Piala Dunia 2026. Dari 8 pertandingan yang dimainkan, La Furia Roja menang 7 kali dan cuma kebobolan sekali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lawan-lawan yang dihadapi Spanyol menuju tangga juara juga bisa dibilang mengerikan. Mulai dari Portugal yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Prancis yang memiliki Kylian Mbappe, hingga Argentina yang dipimpin Lionel Messi.

Di antara lawan-lawan Spanyol, Tanjung Verde jadi kejutan. Debutan Piala Dunia ini berhasil menahan imbang Tim Matador tanpa gol pada laga pembuka fase grup.

Spanyol sedianya tampil mendominasi saat menghadapi Tanjung Verde dengan melepaskan 23 shots (6 on target) dan 74 persen penguasaan bola. Ketangguhan Vozinha di bawah mistar tak bisa ditembus Lamine Yamal cs.

ATLANTA, GEORGIA - JUNE 15: Sidny Lopes Cabral #13 of Cabo Verde is challenged by Ferran Torres #7 of Spain during the FIFA World Cup 2026 Group H match between Spain and Cabo Verde at Atlanta Stadium on June 15, 2026 in Atlanta, Georgia. (Photo by Mattia Ozbot/Getty Images)Spanyol saat menghadapi Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. (Foto: Getty Images/Mattia Ozbot)

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengakui laga kontra Tanjung Verde amat monumental bagi timnya. Menurutnya hasil yang didapatkan menyadarkan para pemain betapa sulitnya Piala Dunia 2026.

"Tanjung Verde membawa kami kembali ke kenyataan, mengingatkan kami akan tantangan yang dihadapi. Konsep Piala Dunia, yang menurut saya sama sekali berbeda dengan Piala Eropa, sangat jauh dari kompetisi sebenarnya," kata Luis de la Fuente, dilansir dari Marca.

"Melawan Arab Saudi menegaskan bahwa ketika Anda menyadari kesulitannya, Anda perlu tetap tenang dan percaya diri. Kemudian menghadapi Uruguay, saya ingin menyoroti kedewasaan tim dan penolakan kami untuk jatuh ke dalam perangkap mereka. Kami menunjukkan ketenangan dan bakat sepakbola," ujarnya.

(bay/yna)