Tak Lagi Sekadar Diskon, ISF 2026 Disiapkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Tak Lagi Sekadar Diskon, ISF 2026 Disiapkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan festival belanja memiliki potensi besar untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di be...

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan festival belanja memiliki potensi besar untuk meningkatkan konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah apabila dikemas sebagai bagian dari paket wisata.

Baca Juga: Jaga Daya Beli, Kemendag Bidik Transaksi ISF 2026 Tembus Rp38 Triliun

"Kita buatkan semacam paket-paket, jadi ada sektor pariwisata yang terlibat, ada pusat perbelanjaan, pemerintah daerah. Di bulan ini (Agustus) tawaran belanjanya di mana saja, kemudian paket hotelnya apa yang nyambung, transportasinya bagaimana, sehingga ekosistem belanja nasional kita itu semakin besar," kata Iqbal saat membuka Indonesia Shopping Festival 2026 di K Mall Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Iqbal, kolaborasi antara pusat perbelanjaan, industri pariwisata, hotel, transportasi, hingga pemerintah daerah dapat menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang dibandingkan festival belanja konvensional.

Wisatawan yang datang untuk berbelanja juga berpotensi menggunakan jasa hotel, menikmati kuliner lokal, memanfaatkan transportasi, hingga mengunjungi destinasi wisata di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Dirinya menilai konsep tersebut akan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) karena perputaran uang tidak hanya terjadi di pusat perbelanjaan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor pendukung.

Selain itu, Iqbal menilai lokasi penyelenggaraan ISF 2026 yang berada di kawasan K Mall dan berdekatan dengan JIExpo Kemayoran menjadi nilai tambah tersendiri. Posisi tersebut dinilai berpotensi menarik pengunjung dari berbagai daerah maupun wisatawan mancanegara yang menghadiri berbagai agenda pameran internasional di kawasan tersebut.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen baru juga semakin terbuka.

"Kami dari pemerintah tentu saja posisinya adalah sangat mendukung, karena ini merupakan roda penggerak ekonomi utama kita, yaitu konsumsi domestik, ditambah lagi dengan kehadiran salah satu unsur dari pariwisata," ujar Iqbal.

Iqbal menambahkan, pemerintah daerah juga dapat memanfaatkan momentum festival belanja dengan mengembangkan paket wisata yang menghubungkan destinasi unggulan daerah dengan pusat perbelanjaan maupun sentra UMKM.

Baca Juga: Harga Emas Global Turun, Kemendag Pangkas Patokan Ekspor Agustus 2026

Skema tersebut dinilai dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja mereka selama berada di suatu daerah.

Lebih lanjut, Iqbal berharap peningkatan aktivitas belanja selama Indonesia Shopping Festival 2026 turut membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui jaringan ritel modern, pusat perbelanjaan, maupun berbagai kanal penjualan lainnya.

Menurutnya, apabila kolaborasi tersebut berjalan secara berkelanjutan, festival belanja tidak hanya menjadi agenda promosi tahunan, tetapi juga dapat berkembang menjadi instrumen untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat konsumsi domestik, serta memperbesar kontribusi sektor perdagangan dan pariwisata terhadap perekonomian nasional.