Sinopsis Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Saat Dosa Masa Lalu Kembali Menuntut Bayaran
AKURAT.CO Film horor Indonesia Kuasa Gelap: Perjanjian Darah kembali membawa kisah tentang kekuatan gelap ke layar lebar.
Sekuel ini tidak hanya menghadirkan teror, tetapi juga mengangkat konsekuensi dari sebuah persoalan yang diwariskan dari masa lalu.
Baca Juga: Lepas dari Kesan Berat, Denny Siregar Production Suntik Unsur Romansa dalam Film EMMY
Berbeda dari film pertamanya yang berfokus pada lingkup lebih kecil, cerita kali ini memiliki ancaman dengan jangkauan yang lebih luas.
Kehadiran Rephaim menjadi bagian penting dari konflik yang membuat sejumlah karakter harus berhadapan dengan persoalan yang sebelumnya belum terselesaikan.
Lantas, seperti apa kisah yang dibawa Kuasa Gelap: Perjanjian Darah?
Sinopsis Kuasa Gelap: Perjanjian Darah
Cerita bermula dari munculnya kembali Rephaim, entitas kuno yang memiliki hubungan dengan sebuah wilayah. Keberadaannya membawa masalah besar bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.
Daniel kemudian terseret ke dalam persoalan tersebut. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya ikut menerima dampak dari keputusan yang pernah dibuat keluarganya.
Di saat situasi semakin tidak terkendali, Romo Rendra dan Romo Thomas kembali menghadapi tugas yang tidak mudah. Keduanya harus mencari cara untuk menghentikan ancaman yang semakin meluas.
Bagi Romo Rendra, persoalan ini juga menjadi perjalanan untuk menghadapi kembali bagian dari masa lalunya. Di tengah tugasnya, ia harus berhadapan dengan keraguan yang membuat perjalanan imannya semakin rumit.
Baca Juga: Antusiasme Kiki Narendra Perankan Romo di ‘Kuasa Gelap: Perjanjian Darah’
Sementara itu, Rephaim terus menjadi sumber ancaman bagi orang-orang di wilayah tersebut. Persoalan yang awalnya berkaitan dengan masa lalu perlahan berubah menjadi bahaya yang dapat menyeret lebih banyak orang.
Akankah Romo Rendra dan Romo Thomas berhasil menghentikan teror Rephaim? Jawabannya bisa disaksikan dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah yang tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.