Servis Mobil Listrik Bekas Bisa Mahal, Tapi Penyebabnya Bukan Baterai
Senin, 13 Juli 2026 - 17:00 WIB
Jakarta, VIVA – Kekhawatiran terbesar calon pembeli mobil listrik bekas biasanya tertuju pada kondisi baterai bertegangan tinggi. Banyak yang menganggap komponen tersebut paling rentan rusak sekaligus membutuhkan biaya perbaikan paling mahal.
Baca Juga
Namun hasil analisis terbaru di Inggris justru menunjukkan fakta yang berbeda. Berdasarkan data klaim perbaikan yang dihimpun Warrantywise, dilihat VIVA Otomotif Senin 13 Juli 2026, komponen yang paling sering mengalami masalah bukanlah baterai traksi, melainkan sistem kelistrikan dan beberapa komponen mekanis yang juga ditemui pada mobil bermesin konvensional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gangguan yang paling banyak dilaporkan berasal dari sensor dan sistem central locking. Rata-rata biaya perbaikannya berkisar 810 hingga 900 poundsterling, atau setara sekitar Rp18 juta hingga Rp20 juta, meski dalam beberapa kasus tagihannya bisa menembus lebih dari Rp90 juta.
Baca Juga
Komponen lain yang cukup sering bermasalah adalah suspensi, terutama bagian wishbone. Biaya perbaikannya rata-rata mencapai 1.230 poundsterling atau sekitar Rp27 juta, sementara kasus termahal tercatat melebihi Rp91 juta.
Meski bukan yang paling sering rusak, salah satu komponen khusus mobil listrik justru mencatat biaya perbaikan paling tinggi, yakni on-board charger. Perangkat yang berfungsi mengatur proses pengisian daya baterai itu memiliki rata-rata biaya perbaikan sekitar 2.160 poundsterling atau setara Rp48 juta.
Baca Juga
Dalam kasus tertentu, penggantian on-board charger bahkan bisa menghabiskan biaya hingga 10.455 poundsterling atau sekitar Rp234 juta. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding rata-rata biaya perbaikan berbagai komponen lainnya.
Sementara itu, baterai traksi yang selama ini menjadi momok calon pembeli mobil listrik bekas ternyata tidak masuk dalam lima komponen yang paling sering mengalami kerusakan. Data Warrantywise menunjukkan kerusakan baterai tergolong jarang terjadi, salah satunya karena komponen tersebut umumnya dirancang memiliki usia pakai panjang dan masih dilindungi garansi pabrikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski begitu, jika baterai mengalami kerusakan, biaya perbaikannya memang tidak murah. Rata-rata klaim mencapai lebih dari 6.400 poundsterling atau sekitar Rp143 juta, namun frekuensi kasusnya jauh lebih rendah dibanding gangguan pada sistem kelistrikan maupun suspensi.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa calon pembeli mobil listrik bekas tidak seharusnya hanya berfokus pada kondisi baterai. Pemeriksaan sistem kelistrikan, suspensi, kondisi aki 12 volt, hingga fungsi on-board charger juga perlu menjadi perhatian agar tidak menghadapi biaya perbaikan yang besar setelah kendaraan digunakan.
Model Lama Wuling Semakin Tenggelam, Air ev hingga Almaz Kehilangan Pamor
Model-model Wuling yang lebih dulu dikenal masyarakat seperti Air ev, Binguo, Cloud, hingga Almaz kini tak lagi menjadi penyumbang utama distribusi pabrikan.
VIVA.co.id
13 Juli 2026