Satu Dekade Maybank Women Eco-Weavers, Berdayakan 2.617 Perempuan di ASEAN
Warta Ekonomi, Gianyar, Bali -
Program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) menandai satu dekade kiprahnya dalam memberdayakan perempuan sekaligus melestarikan warisan tenun dan membangun mata pencaharian berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Momentum satu dekade MWEW menjadi bagian utama dari Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang digelar PT Bank Maybank Indonesia Tbk selama dua hari. Agenda utama berlangsung di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Sejak diluncurkan di Lombok, Indonesia pada 2016, MWEW yang merupakan program unggulan Maybank Foundation telah berkembang menjadi ekosistem regional yang melibatkan perempuan penenun, petani serat alami, mitra program dan masyarakat di lima negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Filipina.
Program tersebut mencakup berbagai tahapan dalam ekosistem tekstil berkelanjutan, mulai dari budidaya serat alami dan serikultur, pewarnaan alami, proses tenun, inovasi produk hingga perluasan akses pasar. Pendekatan tersebut ditujukan untuk tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi perempuan dan masyarakat.
Hingga 30 Juni 2026, MWEW secara kumulatif telah memberdayakan 2.617 perempuan penenun di lima negara ASEAN serta mendukung 3.024 petani di empat negara ASEAN.
Dari sisi lingkungan, program ini juga telah membudidayakan lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka. MWEW turut membangun 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri tenun, dan satu laboratorium pewarna alami untuk memperkuat ekosistem tenun berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Group Chief Sustainability Officer Maybank dan Principal Officer Maybank Labuan Foundation, Datuk Shahril Azuar Jimin, mengatakan perjalanan satu dekade MWEW menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan.
“Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat dan berbagai pihak yang selama satu dekade telah bersama-sama melestarikan warisan tenun, terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan, dan memperkuat mata pencaharian berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Maybank Marathon 2026 Perkuat Inklusivitas dan Keberlanjutan
Perayaan satu dekade MWEW dalam Sustainability Day 2026 dikemas melalui seremoni apresiasi, gelar wicara, lokakarya menenun, serta sesi Inspiring Talks bertema “Impact Society Positively through Partnership”.
Sesi tersebut turut menghadirkan Visa sebagai title sponsor Maybank Marathon 2026 dan BMW Group sebagai Sustainable Mobility Partner. Diskusi dimoderatori oleh Datuk Shahril Azuar Jimin.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan pemberdayaan masyarakat melalui MWEW sejalan dengan pilar strategis ROAR30 Maybank, yakni Impacting Society Positively.
“Semangat yang sama juga kami hadirkan melalui Maybank Women Eco-Weavers, yang tahun ini menandai satu dekade kiprahnya dalam memberdayakan perempuan dan komunitas di berbagai negara ASEAN,” kata Steffano.
Menurut dia, kolaborasi menjadi bagian penting untuk memperluas dampak berbagai inisiatif keberlanjutan Maybank, termasuk agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain MWEW, Sustainability Day 2026 juga menghadirkan sejumlah inisiatif berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya “Jejak Hijau Desa Sanding” yang diarahkan untuk mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan.
Maybank juga menjalankan Piduh Charity Program yang ditujukan untuk memberdayakan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali.
Rangkaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Maybank Indonesia untuk memperluas makna keberlanjutan, tidak hanya melalui aspek lingkungan, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi.
Di sisi lain, Maybank Marathon terus diarahkan menuju aspirasi menjadi ajang maraton netral karbon atau Carbon-Neutral Marathon pada 2030. Upaya tersebut dilakukan melalui penghitungan jejak emisi sebagai dasar untuk merancang langkah-langkah dekarbonisasi yang terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, satu dekade MWEW menjadi salah satu contoh bagaimana agenda keberlanjutan Maybank dapat diterapkan melalui pendekatan yang menghubungkan pelestarian budaya, pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.