Sanksi AS Hantam Maskapai Iran, Sejumlah Rute Penerbangan Internasional Dibatalkan

Sanksi AS Hantam Maskapai Iran, Sejumlah Rute Penerbangan Internasional Dibatalkan

Jumat, 25 September 2026 - 06:00 WIB

VIVA –Sejumlah maskapai Iran terpaksa membatalkan penerbangan internasional pada Rabu waktu setempat. Hal ini menyusul dengan sanski Amerika Serikat terhadap industry penerbangan Iran dalam upaya terbaru negara adidaya itu untuk melumpuhkan perekonomian Iran.

Baca Juga

Sejumlah negara seperti Georgia, Azerbaijan secara resmi menghentikan penerbangan mereka. Sementara itu, seorang agen perjalanan di Teheran mengatakan kepada AFP bahwa penerbangan menuju Baghdad, Muscat, dan Qatar juga dihentikan. Meski demikian, rute menuju sejumlah tujuan lain masih tersedia, termasuk China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman AFP, Jumat 25 September 2026, meski mendapat tekanan baru, sektor penerbangan Iran sebenarnya telah menjadi sasaran sanksi selama bertahun-tahun. Kini, masih harus dilihat negara-negara lain mana yang akan mengikuti langkah Amerika Serikat.

Baca Juga

Pada Rabu, kepala badan keamanan nasional tertinggi Iran mengancam akan mengambil tindakan balasan terhadap negara-negara yang mematuhi sanksi tersebut.

Bahkan setelah sanksi baru mulai berlaku pada Rabu, penerbangan dari Teheran yang dioperasikan Mahan Air, salah satu maskapai terbesar Iran, tetap mendarat di Guangzhou, China, berdasarkan data pelacakan FlightRadar24.

Baca Juga

Pemerintah China sendiri pada Selasa menyatakan menentang sanksi AS dan menyebutnya ilegal. Penerbangan menuju Shanghai juga dijadwalkan berangkat pada Rabu dari bandara internasional Teheran.

Sejumlah penerbangan menuju Istanbul juga masih dijadwalkan beroperasi, meski sebagian lainnya telah dibatalkan, kata agen perjalanan di Teheran kepada AFP.

"Situasinya tidak stabil dan untuk sementara kami tidak lagi menjual tiket karena khawatir penerbangan dibatalkan," ujar agen tersebut yang identitasnya dirahasiakan.

Penerbangan Mahan Air dari Kabul juga diperkirakan tiba di Teheran. Berdasarkan situs bandara internasional Teheran, sejumlah penerbangan menuju Turki dan Armenia masih dapat dilakukan oleh maskapai Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh.

Penerbangan menuju Najaf di Irak dan Dubai di Uni Emirat Arab juga masih dijadwalkan beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mematuhi sanksi tersebut.

"Jika suatu negara bekerja sama atau melakukan tindakan yang dianggap berisiko bersama Amerika Serikat, bandara-bandara negara itu tidak akan lagi dapat melayani penerbangan ke Iran," kata Rezaei dalam wawancara dengan televisi pemerintah.

Halaman Selanjutnya

Media Iran juga melaporkan adanya pembatalan penerbangan. Pada Selasa, kantor berita Tasnim mengutip juru bicara penerbangan sipil yang mengatakan bahwa bandara Baghdad dan Muscat tidak akan lagi menerima penerbangan dari Iran. Namun, kantor berita tersebut menambahkan bahwa penerbangan internasional lainnya, termasuk menuju Istanbul, akan tetap beroperasi sesuai jadwal.