Samir Umumkan Pembaruan Direksi dan Komisaris Terbaru 2026, Ini Susunan Jajarannya

Samir Umumkan Pembaruan Direksi dan Komisaris Terbaru 2026, Ini Susunan Jajarannya

Siapa saja Direksi dan Komisaris Samir terbaru?

Susunan terbaru Direksi dan Komisaris Samir terdiri dari tiga nama dengan pembagian jabatan sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris: Ettyta Ramadhani

Dewan Direksi

  • Direktur Utama: Handy Juniandri

  • Direktur Hukum dan Kepatuhan: Yonathan Gautama

Perubahan tersebut merupakan hasil keputusan RUPS dan mulai berlaku efektif pada Agustus 2026. Formasi baru ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan, melanjutkan program strategis, serta memastikan fungsi pengawasan di Samir berjalan secara optimal.

Perubahan paling mencolok terdapat pada posisi Direktur Utama. Handy Juniandri kini dipercaya memimpin Samir menggantikan Yonathan Gautama yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Pada saat yang sama, Yonathan Gautama tidak keluar dari jajaran Direksi. Ia kini mengemban tanggung jawab sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan.

Perubahan ini penting dilihat bukan hanya sebagai pergantian nama di posisi pimpinan. Struktur tersebut juga memperlihatkan adanya pembagian fungsi yang lebih spesifik antara kepemimpinan perusahaan dan aspek hukum serta kepatuhan.

Dalam perusahaan penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pindar, ekspansi bisnis perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan risiko, tata kelola, dan perlindungan konsumen. Karena itu, posisi yang secara khusus menangani hukum dan kepatuhan memiliki relevansi terhadap keberlanjutan operasional perusahaan.

Samir sendiri menyatakan perubahan jajaran tersebut bertujuan memperkuat Good Corporate Governance (GCG), melanjutkan program strategis, dan memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal.

Siapa Handy Juniandri, Direktur Utama Samir terbaru?

Handy Juniandri kini menjadi Direktur Utama Samir. Dalam kapasitas barunya, salah satu fokus yang disampaikannya adalah memperkuat kolaborasi dengan bank dan lembaga keuangan formal melalui skema channeling.

Langkah tersebut berkaitan dengan upaya Samir membangun sumber pendanaan yang lebih stabil sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan.

Handy mengatakan Samir saat ini juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah bank untuk menjadi institutional lender. Namun, ekspansi tersebut tetap akan dibarengi dengan perhatian terhadap manajemen risiko, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

“Hingga saat ini, sudah ada sebanyak 12 institutional lender Samir di mana tiga diantaranya berasal dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna,” kata Handy di The Michael Resort, Bogor, Jumat, 11 September 2026.

Menurut Handy, keberadaan tiga institutional lender dari sektor perbankan memperlihatkan meningkatnya kepercayaan korporasi terhadap infrastruktur serta mitigasi risiko yang diterapkan Samir.

Pernyataan tersebut memberikan konteks terhadap tantangan yang akan dihadapi Direktur Utama baru. Pertumbuhan penyaluran pembiayaan tidak hanya membutuhkan peningkatan jumlah peminjam, tetapi juga kemampuan menjaga hubungan dengan sumber pendanaan institusional.

Apa jabatan Yonathan Gautama di Samir sekarang?

Yonathan Gautama kini menjabat sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan Samir setelah sebelumnya menduduki posisi Direktur Utama.

Perubahan tersebut membuat struktur Direksi Samir memiliki pembagian tanggung jawab yang lebih spesifik. Handy Juniandri berperan sebagai Direktur Utama, sedangkan Yonathan Gautama menangani aspek hukum dan kepatuhan.

Tidak terdapat keterangan dalam narasi perusahaan mengenai alasan personal atau pertimbangan khusus di balik perubahan jabatan tersebut. Karena itu, perpindahan posisi Yonathan sebaiknya dipahami sebagai bagian dari keputusan RUPS dalam membentuk struktur kepemimpinan baru Samir.

Dari sisi tata kelola, fungsi hukum dan kepatuhan menjadi semakin relevan ketika perusahaan memperluas jangkauan pembiayaan dan bekerja sama dengan lebih banyak institutional lender.

Dengan demikian, perubahan tersebut tidak harus dibaca sebagai keluarnya Yonathan dari lingkaran pengambilan keputusan. Ia tetap berada di jajaran Direksi, tetapi dengan fokus tanggung jawab yang berbeda.

Baca Juga: Aduan Fintech di Jogja Melonjak, OJK dan Samir Gencarkan Edukasi Bahaya Pinjol Ilegal

Baca Juga: Penyaluran Pinjaman Fintech Lending Samir Melonjak hingga 57 Persen, Rasio Repeat Borrower 120 Persen

Siapa Ettyta Ramadhani, Komisaris Samir terbaru?

Ettyta Ramadhani menjadi nama baru dalam susunan Dewan Komisaris Samir. Pemegang saham mengesahkan Ettyta sebagai Komisaris melalui keputusan RUPS yang berlaku efektif pada Agustus 2026.

Posisi Komisaris memiliki fungsi penting dalam struktur tata kelola perusahaan, terutama berkaitan dengan pengawasan terhadap jalannya perusahaan.

Dalam konteks Samir, keberadaan Komisaris tersebut menjadi bagian dari formasi baru yang ditujukan untuk memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal.

Namun, narasi perusahaan tidak memberikan informasi lebih jauh mengenai latar belakang, pendidikan, maupun pengalaman profesional Ettyta Ramadhani. Karena itu, informasi mengenai dirinya dalam artikel ini dibatasi pada jabatan yang telah disahkan perusahaan.

Mengapa Samir mengubah susunan Direksi dan Komisaris?

Samir menyebut perubahan jajaran Direksi dan Komisaris terbaru memiliki beberapa tujuan utama, yakni memperkuat GCG, melanjutkan program strategis, serta memastikan fungsi pengawasan perusahaan berjalan optimal.

Tujuan tersebut menjadi semakin relevan karena Samir sedang memasuki fase ekspansi bisnis. Perusahaan yang pada 9 September 2026 genap berusia tujuh tahun itu terus mendorong penyaluran pembiayaan ke sektor produktif, termasuk UMKM.

Pada saat yang sama, Samir berusaha memperluas penetrasi pembiayaan ke berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.

Artinya, tantangan perusahaan bukan hanya bagaimana menyalurkan pembiayaan lebih banyak. Semakin luas jangkauan operasional, semakin penting pula pengelolaan tata kelola, kepatuhan, risiko, dan kualitas layanan.

Di sinilah susunan Direksi dan Komisaris terbaru menjadi relevan. Struktur organisasi menjadi salah satu fondasi untuk mengimbangi agenda pertumbuhan dengan kebutuhan pengawasan.

Bagaimana arah bisnis Samir di bawah jajaran terbaru?

Selain perubahan kepemimpinan, perkembangan jaringan institutional lender menjadi salah satu indikator yang menggambarkan arah bisnis Samir.

Perusahaan saat ini memiliki 12 institutional lender. Tiga di antaranya berasal dari sektor perbankan, yaitu Bank Neo Commerce, Super Bank Indonesia, dan Bank Sahabat Sampoerna.

Handy mengatakan Samir masih menjajaki kerja sama strategis dengan beberapa bank lainnya. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem pendanaan melalui skema channeling.

“Samir berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya yang ada saat ini dengan skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien, dan terus tumbuh berkelanjutan,” ujar Handy.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penguatan pendanaan institusional menjadi salah satu bagian dari agenda pertumbuhan Samir. Namun, perusahaan juga menekankan bahwa perluasan tersebut tetap mempertimbangkan manajemen risiko, tata kelola, dan prinsip perlindungan konsumen.

Secara kumulatif, total penyaluran pembiayaan Samir disebut telah mendekati Rp8 triliun kepada sekitar 2 juta peminjam yang tersebar di seluruh Indonesia.

Angka tersebut menunjukkan skala bisnis yang sudah cukup luas. Dengan jutaan peminjam dan penyaluran yang mendekati Rp8 triliun, ekspansi berikutnya membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan volume pembiayaan.

Mengapa Samir memperluas pembiayaan ke luar Pulau Jawa?

Ekspansi geografis menjadi salah satu agenda penting Samir. Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap pembiayaan, tetapi proporsinya terus menurun seiring meningkatnya penyaluran di daerah lain.

Sumatra kini menyumbang sekitar 17% dari pembiayaan Samir. Sementara itu, penyaluran di Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, Papua, serta Maluku telah menembus lebih dari 1%.

Handy menyebut perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang menggembirakan karena menunjukkan kontribusi Samir terhadap peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

“Pulau Jawa masih mendominasi namun terjadi penurunan sejalan dengan meningkatnya penyaluran pembiayaan Samir di luar Pulau Jawa dan ini sesuatu yang menggembirakan karena menunjukkan kontribusi Samir dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” tambah Handy.

Data tersebut menarik karena memperlihatkan bahwa pertumbuhan Samir tidak hanya diarahkan untuk memperbesar pembiayaan di pasar yang sudah matang.

Perusahaan juga mulai meningkatkan porsi pembiayaan di wilayah yang sebelumnya memiliki kontribusi lebih kecil. Jika tren tersebut berlanjut, struktur geografis portofolio Samir berpotensi menjadi semakin tersebar.

Bagi perusahaan Pindar, diversifikasi wilayah juga berarti kebutuhan untuk memahami karakteristik peminjam dan kondisi ekonomi daerah yang berbeda-beda. Karena itu, ekspansi geografis secara praktis perlu berjalan bersama dengan penguatan manajemen risiko dan tata kelola.

Pergantian jabatan atau penguatan tata kelola?

Pergantian kepemimpinan Samir dapat dilihat dari dua sisi. Dari sisi organisasi, terdapat perubahan posisi Direktur Utama dan penambahan Komisaris. Dari sisi strategi, perubahan tersebut berlangsung ketika perusahaan sedang memperluas jaringan pendanaan dan penetrasi pembiayaan.

Ada paradoks yang menarik di sini: semakin besar ekspansi pembiayaan, semakin besar pula kebutuhan terhadap tata kelola dan pengawasan.

Samir tidak hanya berbicara mengenai peningkatan penyaluran. Perusahaan juga sedang memperluas institutional lender, masuk lebih jauh ke luar Jawa, dan memperbesar pembiayaan produktif serta UMKM.

Ketika jumlah peminjam mencapai sekitar 2 juta orang dan total penyaluran mendekati Rp8 triliun, kompleksitas pengelolaan bisnis ikut meningkat.

Karena itu, struktur baru yang memisahkan kepemimpinan Direktur Utama dari fungsi hukum dan kepatuhan dapat dipandang sebagai bagian dari kebutuhan organisasi untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kontrol.

Penting dicatat, ini merupakan interpretasi berdasarkan arah strategi yang disampaikan perusahaan, bukan pernyataan bahwa Samir sebelumnya memiliki persoalan tata kelola atau kepatuhan.

Apa arti susunan baru bagi strategi Samir ke depan?

Formasi baru Direksi dan Komisaris Samir akan bekerja dalam konteks perusahaan yang sedang mengejar beberapa agenda sekaligus.

Pertama, Samir ingin memperluas institutional lender, termasuk melalui kerja sama dengan bank. Kedua, perusahaan mendorong pembiayaan produktif dan UMKM. Ketiga, penetrasi ke luar Pulau Jawa terus ditingkatkan.

Ketiga agenda tersebut membutuhkan fondasi tata kelola yang kuat.

Bagi Direktur Utama, tantangannya adalah menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memastikan ekspansi berjalan secara berkelanjutan. Sementara itu, fungsi hukum dan kepatuhan memiliki peran penting dalam menjaga agar aktivitas perusahaan tetap berjalan sesuai ketentuan dan prinsip perlindungan konsumen.

Di tingkat pengawasan, Komisaris menjadi bagian dari struktur yang memastikan fungsi kontrol perusahaan tetap berjalan.

Dengan demikian, susunan Direksi dan Komisaris terbaru Samir bukan hanya informasi mengenai siapa yang menduduki jabatan tertentu. Formasi tersebut hadir ketika perusahaan sedang memasuki tahap pengembangan bisnis dengan cakupan pendanaan dan wilayah yang semakin luas.

Baca Juga: Pembiayaan Samir di Bali-Nusra Melonjak 66 Persen, Tembus Rp85 Miliar

Baca Juga: Pembiayaan Pindar Samir Melonjak 84 Persen, Apa yang Mendorong Pertumbuhan Ini?

FAQ

Siapa Direktur Utama Samir terbaru?

Direktur Utama Samir terbaru adalah Handy Juniandri. Ia ditunjuk untuk menggantikan Yonathan Gautama melalui keputusan RUPS yang berlaku efektif pada Agustus 2026. Dalam pernyataannya, Handy menyampaikan bahwa Samir akan terus memperkuat kerja sama dengan bank dan lembaga keuangan formal melalui skema channeling serta tetap memperhatikan manajemen risiko, tata kelola, dan perlindungan konsumen.

Siapa Komisaris Samir terbaru?

Komisaris Samir terbaru adalah Ettyta Ramadhani. Pengangkatan Ettyta sebagai Komisaris disahkan melalui keputusan RUPS yang berlaku efektif pada Agustus 2026. Ia menjadi bagian dari susunan baru Dewan Komisaris Samir yang ditujukan untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal.

Siapa saja jajaran Direksi Samir 2026?

Jajaran Direksi Samir 2026 terdiri dari Handy Juniandri sebagai Direktur Utama dan Yonathan Gautama sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan. Handy menggantikan Yonathan sebagai Direktur Utama, sedangkan Yonathan tetap berada di jajaran Direksi dengan tanggung jawab baru di bidang hukum dan kepatuhan.

Siapa saja jajaran Komisaris Samir 2026?

Jajaran Dewan Komisaris Samir 2026 yang disebut dalam susunan terbaru terdiri dari Ettyta Ramadhani sebagai Komisaris. Pengesahan tersebut merupakan bagian dari keputusan RUPS yang berlaku efektif pada Agustus 2026.

Kapan perubahan Direksi dan Komisaris Samir berlaku?

Perubahan jajaran Direksi dan Komisaris Samir berlaku efektif pada Agustus 2026 setelah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Formasi tersebut menempatkan Handy Juniandri sebagai Direktur Utama, Yonathan Gautama sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan, serta Ettyta Ramadhani sebagai Komisaris.

Mengapa Samir melakukan perubahan jajaran Direksi dan Komisaris?

Samir menyebut perubahan tersebut bertujuan memperkuat Good Corporate Governance (GCG), melanjutkan program strategis, dan memastikan fungsi pengawasan berjalan optimal. Formasi baru tersebut juga berlangsung ketika Samir tengah memperluas pembiayaan ke luar Pulau Jawa, memperkuat institutional lender, serta meningkatkan pembiayaan produktif termasuk kepada UMKM.

Apa jabatan Yonathan Gautama di Samir sekarang?

Yonathan Gautama kini menjabat sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan Samir. Sebelumnya, ia merupakan Direktur Utama Samir. Perubahan tersebut disahkan melalui RUPS dan menjadi bagian dari susunan terbaru Direksi Samir yang berlaku efektif pada Agustus 2026.

Pergantian tersebut menjadi penting untuk diperhatikan karena Samir memasuki tahun ketujuh dengan skala penyaluran kumulatif hampir Rp8 triliun kepada sekitar 2 juta peminjam. Di saat yang sama, perusahaan terus memperluas institutional lender dan pembiayaan di luar Pulau Jawa.

Susunan baru Direksi dan Komisaris pada akhirnya akan diuji melalui kemampuan perusahaan menjalankan ekspansi sekaligus menjaga tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, dan kualitas layanan. Pantau terus perkembangan kepemimpinan dan strategi bisnis Samir untuk melihat bagaimana formasi terbaru ini diterapkan dalam agenda pertumbuhan perusahaan.