Rumah B2SA bantu ketahanan pangan keluarga di Kaltim - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur terus mengoptimalkan program Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) untuk membantu memperkuat fondasi ketahanan pangan keluarga dari tingkat tapak.
"Konsep kemandirian ini diwujudkan dengan mewajibkan setiap kelompok warga menyiapkan kebun sayur, kolam ikan terpal, hingga kandang ayam kecil," kata Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DPTPH Kaltim Rika Nuzli Furkanti di Samarinda, Jumat.
Pelaksanaan program strategis tersebut disokong dana bantuan pemerintah daerah berupa perangkat usaha senilai Rp81,4 juta untuk setiap kelompok penerima manfaat.
Target sasaran inisiatif pemberdayaan ini secara khusus melibatkan partisipasi aktif minimal 25 orang kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di masing-masing desa/kelurahan.
"Melalui ketersediaan bahan mentah dari kebun sendiri, kelompok ibu rumah tangga tidak perlu bergantung penuh pada pasokan bahan dari pasar," ujar Rika.
Selain membina kemandirian pangan, pemerintah memfasilitasi edukasi gizi yang menyasar 100 orang peserta pada setiap wilayah pelaksanaan.
Rangkaian bimbingan teknis pengolahan komoditas pangan lokal turut diselenggarakan sebanyak tiga kali guna memaksimalkan potensi ekonomi hasil panen.
"Peserta kami latih intensif mengolah hasil budi daya ikan menjadi produk nugget sehat serta menyulap panen pisang menjadi keripik bernilai jual," tuturnya.
Dukungan operasional disalurkan dalam bentuk bantuan mesin pembeku makanan, peralatan pengemasan, hingga penyediaan lemari etalase pajangan produk.
Fasilitas penunjang tersebut ditujukan agar jangkauan pemasaran ragam produk buatan kader desa/kelurahan mampu menembus pangsa konsumen secara luas.
"Fasilitas produksi ini diberikan supaya perputaran roda ekonomi kader PKK berjalan lancar tanpa terkendala keterbatasan sarana prasarana pengolahan," ucap Rika.
Ia menjelaskan, skema penyaluran bantuan produksi menerapkan sistem bergulir agar sejumlah wilayah turut merasakan pemerataan program.
Kebijakan ini dirancang agar aset dukungan dana bisa dialihkan untuk membina kemandirian pada kelompok perintis baru di kecamatan lain.
"Kelompok yang telah mandiri mutlak tidak menerima bantuan lagi tahun berikutnya karena anggarannya segera digulirkan untuk wilayah lain," kata Rika .
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.