Rombak Kabinet, Zelenskyy Copot Menteri Pertahanan

Rombak Kabinet, Zelenskyy Copot Menteri Pertahanan

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy resmi memberhentikan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, meskipun keputusan tersebut menuai keberatan dari mitra internasional dan kelompok masyarakat ...

Liputan6.com, Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy resmi memberhentikan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, meskipun keputusan tersebut menuai keberatan dari mitra internasional dan kelompok masyarakat sipil yang sebelumnya mendesak agar ia tetap dipertahankan. Pencopotan ini merupakan bagian dari perombakan besar dalam pemerintahan Ukraina.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (16/7/2026), melalui unggahan di Telegram, Fedorov mengumumkan bahwa dirinya mengakhiri masa jabatannya. Ia menyampaikan bahwa menjadi bagian dari pemerintahan dan melayani rakyat Ukraina merupakan sebuah kehormatan besar.

Selama menjabat, Fedorov dikenal luas sebagai sosok yang berhasil mentransformasi Kementerian Pertahanan sekaligus mendorong upaya pemberantasan korupsi.

Enam bulan masa kepemimpinannya bertepatan dengan peningkatan signifikan posisi Ukraina di medan perang. Dalam periode tersebut, Kyiv berulang kali melancarkan serangan menggunakan drone jarak jauh ke kilang-kilang minyak Rusia. Serangan itu tidak hanya mempermalukan Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi juga memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia.

Dalam pesan perpisahannya, Fedorov yang berusia 35 tahun memaparkan sejumlah pencapaiannya. Ia mengklaim berhasil menonaktifkan akses Starlink yang digunakan pasukan Rusia, meningkatkan pengadaan drone untuk menghancurkan jalur logistik musuh, serta membantu mengisolasi wilayah Krimea yang diduduki Rusia. Selain itu, ia mengatakan telah melakukan reformasi besar terhadap sistem pengadaan pertahanan yang berhasil menghemat anggaran negara hingga miliaran dolar.

Pada hari terakhir masa jabatannya, Fedorov juga mengungkapkan bahwa militer Ukraina telah berhasil menguji coba rudal balistik buatan dalam negeri. Menurutnya, timnya telah merevisi secara menyeluruh persyaratan teknis sehingga rudal tersebut memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi, sekaligus memangkas biaya produksi hingga 30 persen. Ia optimistis Ukraina akan memasuki era baru dalam pengembangan teknologi militernya.

Hingga kini belum diketahui apakah Fedorov akan menempati posisi lain di kabinet. Pada Rabu, parlemen Ukraina juga menerima pengunduran diri Perdana Menteri Yulia Svyrydenko setelah Zelenskyy menyatakan bahwa pemerintah memerlukan penyegaran. Posisi perdana menteri diperkirakan akan diisi oleh Serhiy Koretskyi, yang saat ini menjabat sebagai kepala perusahaan energi nasional Naftogaz.