Rifqi singkirkan petenis Pakistan ke putaran ketiga - ANTARA News Kalimantan Selatan
Jakarta (ANTARA) - Petenis Indonesia Rifqi Fitriadi menyingkirkan petenis Pakistan Muhammad Shoaib untuk melaju ke putaran ketiga nomor tunggal putra tenis Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, Selasa.
Rifqi menang dua set langsung atas Shoaib dengan skor 6-4-6-4 dalam duel yang berlangsung selama 1 jam 8 menit.
Rifqi menunjukkan permainan yang lebih efektif dengan mencatatkan total 44 poin, sedangkan lawannya yang mengumpulkan 65 poin. Perbedaan tersebut menggambarkan keunggulan Rifqi dalam memanfaatkan berbagai kesempatan sepanjang pertandingan.
Dalam permainan servis, petenis berusia 27 tahun itu menghasilkan empat ace, sementara Shoaib mencatat tiga ace. Kedua pemain sama-sama melakukan dua double fault.
Rifqi juga lebih konsisten dalam melakukan servis pertama. Ia memasukkan 68 persen atau 52 dari 77 servis pertama, sementara Shoaib mencatat 58 persen, dengan 36 dari 63 servis berhasil masuk.
Efektivitas Rifqi tetap terjaga ketika menggunakan servis kedua. Ia memenangkan 60 persen poin, yakni 15 dari 25 kesempatan. Shoaib berada di angka 59 persen dengan 16 dari 28 poin.
Keunggulan Rifqi juga terlihat ketika melakukan pengembalian. Ia memenangkan 24 dari 62 poin atau 39 persen saat menerima servis. Shoaib mencatat 27 dari 78 poin atau 35 persen.
Pada situasi break point, Rifqi mampu memanfaatkan tiga dari enam peluang, sementara Shoaib gagal mengonversi peluang break point yang dimilikinya.
Rangkaian statistik tersebut menunjukkan Rifqi mampu tampil lebih efektif dalam servis, pengembalian, serta memanfaatkan kesempatan penting.
Dengan hasil itu, Rifqi melanjutkan perjuangan ke putaran ketiga di nomor tunggal putra. Ia menghadapi wakil China Wi Yibing untuk merebut tempat di babak perempat final.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rifqi singkirkan petenis Pakistan untuk melaju ke putaran ketiga
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.