Rektor Untad dorong mahasiswa jadi pencipta lapangan kerja
Rektor Untad dorong mahasiswa jadi pencipta lapangan kerja
Sabtu, 12 September 2026 07:05 WIB
Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Amar. (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Palu (ANTARA) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Amar mendorong para mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) melalui penguatan kewirausahaan, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
"Bukan hanya sekadar mendapatkan gelar, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh dapat dikembangkan dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat," katanya di Palu, Jumat.
Dia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pemikiran kritis, dan inovasi yang melahirkan solusi atas berbagai permasalahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguatan mental kewirausahaan mahasiswa sangat penting di tengah dinamisnya perubahan ekonomi global. Mahasiswa dituntut tidak hanya mengandalkan talenta bisnis konvensional, tetapi juga adaptif terhadap teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Untuk mendukung ekosistem tersebut, Untad telah membentuk unit khusus pengembangan bisnis mahasiswa, memperkuat pembelajaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga mendirikan pusat halal untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produk lokal.
"Tantangan UMKM saat ini bukan sekadar memulai usaha, melainkan bagaimana bisa naik kelas melalui pemanfaatan teknologi, akses pembiayaan, standardisasi produk, hingga penguatan merek," jelasnya.
Di samping keterampilan teknis (hard skills), Rektor Untad juga menggarisbawahi pentingnya pemilikan keterampilan lunak (soft skills) bagi lulusan perguruan tinggi, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi keuangan, kejujuran, dan integritas.
Ia menilai penggabungan antara hard skills dan soft skills akan menjadi modal kuat bagi mahasiswa, baik dalam memasuki dunia kerja maupun saat membangun usaha mandiri.
Terkait persaingan global, Amar menyebut Indonesia tidak perlu bersikap anti terhadap globalisasi, melainkan harus meningkatkan daya saing agar produk serta inovasi lokal mampu masuk dalam rantai pasok nasional maupun global.
Ia mencontohkan berbagai potensi daerah di Sulawesi Tengah, seperti kekayaan pariwisata dan peninggalan budaya megalitik, yang berpeluang besar dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah jika dikelola secara profesional dan inovatif.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026