Ratusan Hotel dan Vila di Bali Ditawarkan untuk Dijual
Jakarta, CNN Indonesia --
Ratusan hotel dan vila di Bali tengah ditawarkan untuk dijual melalui sejumlah situs jual beli properti. Properti tersebut tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Badung, Tabanan, Gianyar hingga Karangasem.
Penawaran akomodasi dengan harga mencapai puluhan miliar rupiah itu dapat ditemukan di sejumlah platform properti daring, seperti Lamudi dan OLX. Jenis akomodasi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari hotel hingga vila dengan kelas dan harga yang berbeda-beda.
Fenomena tersebut mendapat perhatian dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali. Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan ada sejumlah faktor yang mungkin mendorong pemilik menjual properti akomodasinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rai, keputusan tersebut bisa berkaitan dengan tingkat hunian yang rendah, keputusan internal pemegang saham, keinginan pemilik mengetahui nilai aset, hingga ketidakmampuan mengelola operasional hotel.
"Bisa saja pertama mungkin tingkat hunian yang terendah. Kedua mungkin juga karena internal dari pemegang saham ingin menjual. Ketiga, ada yang ingin mengetes harganya, berapa nilai propertinya mereka. Keempat mungkin juga karena tidak bisa mengoperasikan," kata Rai mengutip DetikTravel.
Ia menambahkan, transaksi jual beli hotel sebenarnya merupakan hal yang umum dalam bisnis properti. Pemilik dapat menjual asetnya dan kemudian mengalihkan modal tersebut ke usaha atau investasi lain.
"Dari perspektif kita biasanya jual-beli itu wajar. Tapi orang akan bangun di tempat lain, bisa saja. Itu kembali kepada masing-masing," ujarnya.
Meski demikian, PHRI menilai jumlah hotel dan vila yang ditawarkan dalam waktu bersamaan tetap perlu diperhatikan. Rai mempertanyakan apakah fenomena tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi atau perkembangan pariwisata Bali saat ini.
Pilihan Redaksi
- 10 Kota dengan Kehidupan Malam Terbaik di Dunia 2026, Bangkok Juara
- Bukan Cuma Bali, 5 Destinasi di Indonesia Ini Favorit Selebriti Dunia
- RI Masuk 5 Besar Negara Asia yang Tertinggi Kembali Dikunjungi Turis
"Kalau dari kita itu ada juga kita berpikir apakah dengan jumlah yang cukup besar, kenapa seperti itu. Apakah karena situasi dan kondisi ekonomi seperti ini, sehingga mereka memutuskan untuk menjual propertinya," ujar Rai.
Selain kondisi ekonomi, Rai menyoroti karakter wisatawan yang datang ke Bali. Menurut dia, tidak semua wisatawan memiliki daya beli tinggi. Sebagian pengunjung memilih tempat menginap berdasarkan kemampuan dan anggaran yang dimiliki.
"Wisatawan yang datang itu artinya wisatawan yang middle low. Sehingga dia menyasar tempat menginap atau akomodasi yang disasar adalah sesuai dengan budgetnya mereka," jelasnya.
Wisatawan dari segmen tersebut tidak selalu memilih hotel berbintang. Mereka juga dapat menginap di pondok wisata, guesthouse, kos-kosan, rumah kontrakan, maupun hotel bintang tiga ke bawah.
Karena itu, Rai meminta pemerintah tidak hanya menjadikan wacana mendatangkan wisatawan dengan daya beli tinggi sebagai rencana, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kunjungan wisatawan ke Bali dan Indonesia.
"Maka dari itu, ini jangan jadi wacana untuk mendatangkan wisatawan yang berkualitas, jangan hanya wacana saja. Kita harus tetapkan, lakukan terobosan-terobosan yang bisa mendatangkan wisatawan yang berkualitas itu," tegasnya.
Menurut Rai, promosi pariwisata juga perlu diperkuat untuk menghadapi persaingan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata juga dinilai perlu membenahi sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan di Bali, termasuk kemacetan, kebersihan, serta keamanan.
"Visi pemerintah Bali ingin menjadikan Bali tujuan wisatawan dunia yang berkualitas dan bermartabat harus dibarengi dengan langkah-langkah konkret, langkah strategis dan konkret," tutupnya.
Baca selengkapnya di sini.
(dsd/tis)