Ralat - Pelindo jaring masukan tingkatkan kapasitas TPK Semarang
Ralat - Pelindo jaring masukan tingkatkan kapasitas TPK Semarang
Jumat, 11 September 2026 23:39 WIB
Focus Group Discussion (FGD) Kajian Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Peningkatan Kapasitas TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan, di Semarang, Kamis (10/9/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Pada berita sebelumnya, tertulis Branch Manager CMA CGM Indonesia Efraim Zakka juga menyampaikan tantangan TPK Semarang adalah keterbatasan lapangan kontainer dan kedalaman kolam terminal.
Terdapat kesalahan dalam penulisan nama perusahaan. Yang benar adalah Branch Manager Surabaya dan Semarang MSC Indonesia (Mediterranean Shipping Indonesia) Efraim Zakka.
Berikut berita yang sudah diperbaiki :
PT Pelindo Terminal Petikemas mengundang para pemangku kepentingan terkait, seperti pelaku usaha dan asosiasi untuk menjaring masukan peningkatan kapasitas Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang.
"Semua 'stakeholder' kan datang, pelayaran, kawasan berikat, terus yang di kawasan industri," kata Terminal Head TPK Semarang I Nyoman Sutrisna, di Semarang, Kamis.
Hal itu disampaikannya di sela Focus Group Discussion (FGD) Kajian Proyeksi Pertumbuhan Barang dan Industri untuk Peningkatan Kapasitas TPK Semarang dalam Mendukung Pengembangan Logistik dan Perdagangan.
Dari FGD itu, terdapat sejumlah masukan yang disampaikan, seperti perluasan lapangan kontainer hingga peningkatan kedalaman kolam pelabuhan untuk memudahkan kapal besar masuk.
"Untuk pengembangannya (TPK Semarang, red.) kan kita harus melihat dari semua 'stakeholder'. Nanti kan ditampung dulu. Kita punya konsultan juga," katanya.
Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Semarang Hari Ratmoko menjelaskan tantangan TPK Semarang adalah kedalaman alur pelayaran ke Pelabuhan Tanjung Mas.
"Kedua, kolam di dalam Tanjung Mas sendiri sudah jadi dikeruk. Karena sudah berkurang sekali (kedalamannya, red.). Kemudian dermaga harus diperpanjang," katanya.
Menurut dia, Pelabuhan Tanjung Mas memang sudah saatnya "naik kelas" menjadi seperti pelabuhan di Jakarta atau Surabaya seiring dengan meningkatnya industri dan investasi.
"Jangan ragu lagi, harus gerak cepat supaya (TPK Semarang, red.) epat berkembang, tumbuh, sehingga semua potensi ekonomi bisa kita 'capture'," katanya.
Branch Manager Surabaya dan Semarang MSC Indonesia (Mediterranean Shipping Indonesia) Efraim Zakka juga menyampaikan tantangan TPK Semarang adalah keterbatasan lapangan kontainer dan kedalaman kolam terminal.
"Jadi, yang diharapkan adalah itu bisa dilakukan secepatnya sehingga bisa lebih cepat untuk ada solusi. Karena kebutuhan dan 'demand' tinggi sekali," katanya.
Diakuinya, rencana pengembangan infrastruktur tentu melewati berbagai tahapan dan regulasi, tetapi investasi dan industri saat ini berkembang sedemikian pesat.
"Pemerintah pasti mendukung. Kalau pemerintah kan ada regulasi, dipayungi oleh undang-undang. Tentu saja semuanya harus sesuai. Sementara pertumbuhan pasar ini sangat cepat. Kejar-kejaran dengan waktu," katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Tengah dan DIY Teguh Arif Handoko mengatakan bahwa kontainer yang masuk pelabuhan harus terlayani baik.
"Kita enggak usah ngomong 5-10 tahun mendatang nanti bisa 4.000.000 TEUs tidak? Tetapi, sampai 2030 bagaimana kita melayani 1,2 juta TEUs?," katanya.
Dengan 1,2 juta TEUs per tahun, kata dia, jika dibagi secara harian maka menjadi 3.300 TEUs, dan akan dikoordinasikan dengan ketersediaan armada yang ada di Pelabuhan Tanjung Mas.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.