Qodari Beberkan Manfaat Jargas: Pasokan Terjamin, Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Hemat

Qodari Beberkan Manfaat Jargas: Pasokan Terjamin, Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Hemat

"Gas tersedia melalui pipa, sehingga pelanggan tidak perlu lagi membeli, mengangkat, atau mengganti tabung. Pelanggan juga memperoleh pasokan gas yang lebih praktis dan dapat menggunakannya sesuai kebutuhan, dengan pembayaran berdasarkan pemakaian yang tercatat pada meter," ujar Qodari, dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).

"Harganya juga lebih stabil karena tidak terlalu dipengaruhi distribusi tabung, sementara risiko kelangkaan LPG di tingkat pengecer dapat berkurang," lanjutnya.

Qodari menjelaskan, penggunaan Jargas berpotensi menghemat pengeluaran rumah tangga sekitar Rp50.000 hingga Rp80.000 per bulan, atau sekitar Rp600.000 hingga Rp900.000 per tahun.

Perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi konsumsi tiga tabung LPG 3 kilogram per bulan, dengan tarif Jargas sekitar Rp4.000 per meter kubik dan mengacu pada harga LPG yang berlaku di masing-masing daerah.

Baca Juga: Bahlil Garansi Stok BBM Aman dan Harga LPG Bersubsidi Tetap Stabil

Lebih Ramah Lingkungan

Pemerintah juga menjamin keamanan penggunaan Jargas melalui penerapan peralatan berstandar, pengujian kebocoran, pemeriksaan teknis, serta pemeliharaan secara berkala.

Pemanfaatan gas bumi melalui Jargas turut memberikan manfaat bagi lingkungan karena menghasilkan proses pembakaran yang lebih bersih dan efisien.

Program ini juga mengurangi kebutuhan distribusi tabung LPG, sehingga dapat menekan konsumsi bahan bakar kendaraan pengangkut, emisi, serta kemacetan yang timbul dari rantai logistik LPG.

"Selain itu, Jargas meningkatkan efisiensi penggunaan energi di tingkat rumah tangga dan mendukung peralihan menuju bauran energi yang lebih bersih," kata Qodari.

Pembangunan Jargas juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Pelaksanaan proyek di berbagai daerah, misalnya, mendorong permintaan tenaga kerja, material, jasa konstruksi, manufaktur, pengawasan, hingga pengoperasian jaringan.

Program tersebut membuka peluang pasar bagi industri dalam negeri, khususnya produsen pipa polyethylene (PE), pipa baja, meter gas, regulator, valve, fitting, kompor gas, enclosure, serta penyedia jasa konstruksi dan engineering.

Hal ini diharapkan semakin memperkuat industri gas nasional dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, pemerintah tengah mempercepat pembangunan Jargas dengan target membangun 959.232 sambungan rumah (SR) pada periode 2026-2028 di delapan kabupaten/kota.

Secara kumulatif, hingga 2025, sebanyak 949.008 SR telah terbangun. Terdiri atas 703.308 SR melalui pendanaan APBN dan 245.700 SR melalui skema non-APBN, yakni Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan investasi BUMN.

Pemerintah juga terus memastikan kesiapan pasokan gas di setiap wilayah dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yaitu ketersediaan sumber atau alokasi gas, volume dan profil kebutuhan pelanggan, kesinambungan pasokan sepanjang masa operasi, serta kesiapan jaringan transmisi dan distribusi.

"Pemerintah terus memperluas Program Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga sebagai bagian dari upaya diversifikasi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap LPG impor," demikian Qodari.

Baca Juga: BGN Larang SPPG Masak MBG Pakai LPG 3 Kg hingga Beras SPHP: Beli Telur Harus Sesuai HET