Putri Astrid dari Norwegia Meninggal 2 Hari Usai Pemakaman Raja Harald V

Putri Astrid dari Norwegia Meninggal 2 Hari Usai Pemakaman Raja Harald V

Liputan6.com, Oslo - Putri Astrid dari Norwegia, kakak perempuan mendiang Raja Harald V, meninggal dunia pada Jumat (11/9/2026), di usia 94 tahun. Momen itu terjadi dua hari setelah ia menghadiri pemakaman sang adik.

Raja Norwegia yang baru, Haakon VIII, mengatakan bahwa sepanjang hidupnya, Putri Astrid mewakili Keluarga kerajaan dengan penuh kehangatan dan pengabdian.

Harald meninggal dunia bulan lalu pada usia 89 tahun setelah lebih dari 35 tahun bertakhta. Pemakamannya menjadi kegiatan publik terakhir yang dihadiri Astrid.

Putri Astrid akan dimakamkan dengan biaya negara.

"Bendera di seluruh Norwegia akan dikibarkan setengah tiang," kata Perdana Menteri Jonas Gahr Store seperti dilaporkan BBC.

Bendera nasional Norwegia akan dikibarkan setengah tiang pada hari wafatnya Putri Astrid dan pada hari pemakaman kenegaraannya, yang belum diumumkan.

Astrid merupakan anak terakhir Raja Olav V yang masih hidup. Olav memerintah Norwegia dari 1957 hingga 1991.

Astrid mulai menjalankan peran sebagai ibu negara Norwegia pada usia 22 tahun pada 1954, setelah ibunya, Putri Mahkota Martha, meninggal dunia. Olav tidak menikah lagi, sehingga Astrid menjalankan peran tersebut hingga adiknya, Harald, menikah pada 1968.

"Dalam menjalankan tugasnya, Putri Astrid selalu memberikan perhatian khusus pada kelompok masyarakat yang paling rentan, terutama dalam hal kepedulian dan upaya agar mereka tidak tersisih," kata keponakannya, Raja Haakon VIII.

Kesehatan Astrid memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Pada Maret, ia sempat dirawat di rumah sakit karena pneumonia.

Puluhan anggota keluarga kerajaan Eropa dan kepala negara menghadiri pemakaman Harald pada Rabu. Di antara mereka adalah Pangeran Wales serta tiga raja dari negara-negara Nordik.

Ribuan orang memadati sepanjang rute prosesi dari Istana Kerajaan menuju Katedral Oslo pada Rabu sore.

Sejumlah pemimpin dunia di luar kalangan kerajaan juga hadir untuk memberikan penghormatan, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, serta lima perdana menteri dari negara lain.

Pada bulan-bulan terakhir kehidupan Harald, keluarga Kerajaan Norwegia menghadapi sejumlah persoalan pribadi dan skandal.

Awal tahun ini, sejumlah dokumen mengungkap bahwa menantunya, Mette-Marit, yang saat itu masih berstatus Putri Mahkota Norwegia, kerap berkomunikasi dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat. Mette-Marit, yang kini menjadi ratu setelah Haakon naik takhta, kemudian mengatakan bahwa ia berharap tidak pernah bertemu dengan mendiang pemodal tersebut.

Sementara itu, putra Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, Marius Borg Hoiby, dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada Juni atas dua dakwaan pemerkosaan. Hoiby bukan anggota keluarga kerajaan, tetapi dibesarkan di lingkungan keluarga tersebut.

Hoiby, yang kini menjalani tahanan rumah sambil menunggu proses banding, mendapat izin untuk menghadiri pemakaman Harald.