Purbaya Mau Anggaran MBG Dihemat Sehemat-hematnya, Bos BGN Bilang Gini

Purbaya Mau Anggaran MBG Dihemat Sehemat-hematnya, Bos BGN Bilang Gini

Minggu, 06 September 2026, 15:30 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang agar dana program tersebut ditekan hingga di bawah Rp200 triliun. Sinyal itu langsung mendapat respons dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. 

Meski belum memberikan kepastian apakah anggaran MBG benar-benar akan dipangkas hingga di bawah Rp200 triliun, Sudaryono menyatakan BGN siap melakukan penghematan. Besaran anggaran nantinya akan kembali dihitung dengan mempertimbangkan target penerima manfaat yang telah ditetapkan.

"Untuk di bawah Rp200 triliun tahun depan, ya, kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk se-efisien mungkin," kata Sudaryono belum lama ini.

Baca Juga: KPK Singgung Dugaan Suap Bea Cukai ke Purbaya, Menkeu: Saya Sudah...

Kemungkinan tersebut juga akan dibahas kembali bersama Menteri Keuangan. Selain itu, BGN akan melakukan penghitungan secara internal untuk melihat sejauh mana efisiensi anggaran dapat dilakukan tanpa mengganggu target program.

"Nanti kami coba bisa bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi," ujarnya.

Sudaryono mengungkapkan proses penyisiran anggaran MBG masih berlangsung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan dapur-dapur yang tercatat beroperasi, tetapi ternyata tidak menjalankan kegiatan sebagaimana mestinya.

"Jadi dari (anggaran MBG) Rp229 triliun sisanya ini terus kami sisir, kami lacak. Ada nggak misalnya dapur-dapur yang selama ini ternyata tidak beroperasi, tapi dicatat beroperasi. Kalau di situ ada unsur pidana, kami kemudian terjunkan inspektorat, kemudian kami minta nanti kami melaporkan ke pihak kejaksaan untuk diperiksa," terang dia.

Baca Juga: Bos BGN Soal Anggaran MBG 2027 Masih Ambil Dana Pendidikan: Tanyakan ke Purbaya

Tak hanya mengejar penghematan, Sudaryono juga menekankan penggunaan anggaran MBG harus bisa dipertanggungjawabkan. Setiap rupiah yang dikeluarkan diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi pelaksanaan program.

"Kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada. Kami pastikan itu," ucapnya.

Sinyal pemangkasan anggaran sebelumnya disampaikan langsung oleh Purbaya. Ia menyebut anggaran MBG tahun ini pada awalnya mencapai Rp330 triliun. Setelah dilakukan efisiensi, anggaran tersebut turun menjadi sekitar Rp260 triliun dan kemudian kembali ditekan menjadi Rp240 triliun.

Namun, angka tersebut ternyata masih berpotensi menyusut. Setelah berdiskusi dengan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru, Purbaya melihat masih ada ruang untuk membuat program tersebut berjalan lebih efisien.

"Saya bicara dengan kepala BGN yang baru sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp200 triliun," ungkap Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).

Dengan adanya dorongan efisiensi dari Kementerian Keuangan, BGN kini dituntut untuk mengoptimalkan anggaran tanpa mengorbankan target program. 

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri