Profil Jonatan Christie, Lengkap dengan Agama dan Prestasi
Liputan6.com, Jakarta - Jonatan Christie, atau akrab disapa Jojo, merupakan pebulutangkis tunggal putra andalan Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa lewat berbagai gelar juara internasional. Berikut profil lengkapnya, mulai dari biodata, agama, deretan prestasi, hingga keterlibatannya membela Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Sosok Jojo dikenal luas bukan hanya karena kemampuan tekniknya di atas lapangan, tetapi juga karena konsistensinya membela Merah Putih dari level junior hingga kini menjadi salah satu tunggal putra paling berpengalaman di skuad Indonesia.
Biodata dan Latar Belakang Keluarga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4927082/original/057262600_1724549985-Jonatan_Christie_0.jpg)
Perbesar
Jonatan Christie memiliki nama lengkap Leonardus Jonatan Christie, lahir di Jakarta pada 15 September 1997. Ia merupakan anak dari pasangan Andreas Adi Siswa dan Marlanti Djaja, serta memiliki seorang kakak bernama Ivan Christie yang telah wafat pada 2021 akibat Covid-19.
Sejak usia enam tahun, Jojo sudah dikenalkan dengan olahraga bulutangkis oleh sang ayah, setelah sebelumnya juga sempat mencoba basket dan sepak bola. Kecintaannya pada bulutangkis semakin terasah, hingga di usia 11 tahun ia telah mengumpulkan tujuh trofi dari berbagai kompetisi tingkat DKI, nasional, dan internasional, sekaligus meraih medali emas Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara pada 2008.
Dalam kehidupan pribadinya, Jonatan menikah dengan Shania Junianatha, eks personel JKT48, dalam prosesi pernikahan yang digelar di Gereja Katedral Jakarta pada 1 Desember 2023. Pasangan ini kemudian dikaruniai seorang anak bernama Leander Jayden Christie, yang lahir pada 24 Agustus 2024.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7916234/original/042260400_1780747881-1.jpg)
Perbesar
Jonatan Christie diketahui beragama Katolik, sesuai dengan prosesi pernikahannya yang dilangsungkan secara sakral di Gereja Katedral Jakarta. Kehidupan spiritualnya ini turut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya di luar dunia bulutangkis, meski Jonatan sendiri tidak banyak mengekspos sisi religiusnya secara terbuka ke publik.
Perjalanan Karier dan Deretan Prestasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7992185/original/041918100_1780830213-6.jpg)
Perbesar
Karier profesional Jonatan mulai menanjak sejak usia muda. Pada Juli 2013, di usia 15 tahun, ia berhasil meraih gelar internasional level senior pertamanya lewat turnamen Indonesia International Challenge, setelah mengalahkan Alamsyah Yunus di final. Setahun sebelumnya, ia juga telah menyabet gelar Juara Junior Asia U-15 di Ichiba, Jepang, pada 2010.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Puncak pencapaian Jonatan datang pada 2018, ketika ia berhasil meraih medali emas tunggal putra Asian Games 2018 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, setelah mengalahkan wakil Taiwan, Chou Tien-chen, di partai final. Kemenangan ini bahkan melahirkan momen selebrasi ikonik berupa aksi buka baju yang viral secara global. Selain itu, Jonatan juga tercatat meraih medali emas SEA Games 2017 di Malaysia, serta sempat menduduki peringkat delapan dunia dalam kariernya. Atas dedikasi dan prestasinya di usia muda, Jonatan pernah dianugerahi penghargaan Satya Lencana oleh Presiden RI ke-5, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2009.